TNI Netral di Pemilu, Prajurit Marinir Diingatkan Tak Pose Jari Khas Paslon

Elza Astari Retaduari - detikNews
Selasa, 22 Jan 2019 15:19 WIB
Foto: Prajurit Marinir. (Dok Dispen Marinir).
Jakarta - TNI tidak boleh terlibat dalam politik praktis dan harus netral di Pilpres. Marinir pun mengingatkan agar prajuritnya berhati-hati dalam bersikap, termasuk tidak boleh berfoto dengan pose jari khas pasangan calon.

"Sesuai dengan amanat Undang Undang bahwa TNI tidak memiliki hak pilih dan harus tetap menjaga netralitas. Oleh itu diperintahkan agar seluruh Prajurit Korps Marinir dan Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Korps Marinir agar tidak terlibat secara praktis dalam kegiatan pemilu," kata Kepala Dinas Provost Marinir Kolonel Marinir Aris Budiadi, seperti tertulis dalam keterangan Dispen Marinir, Selasa (22/1/2019).

Hal tersebut disampaikan Kolonel Aris dalam upacara di Lapangan Apel Markas Komando Korps Marinir, Kwitang, Jakarta Pusat, Senin (21/1). Ia juga mengingatkan para prajurit Marinir untuk mematuhi perintah dari Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.


"Kita harus juga berhati-hati dalam menggunakan media sosial, terutama dalam berfoto sendiri (foto selfi). Jangan menggunakan salam atau isyarat jari yang mengarah kepada salah satu pasangan calon (paslon)," ucap Kolonel Aris.

Ia mengatakan, penting bagi TNI agar prajuritnya memperlihatkan netralitas di pemilu. Kolonel Aris juga meminta personel Marinir untuk bijaksana dalam menggunakan media sosial.

"Jangan terpancing dengan kabar bohong (hoax) yang sengaja disebarkan oleh pihak-pihak tertentu yang bertujuan untuk memecah belah persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sekarang informasi begitu mudah masuk ke kita, waspadai hal ini," tegasnya.

TNI Netral di Pemilu, Prajurit Marinir Diingatkan Tak Pose Jari Khas PaslonFoto: Kolonel Marinir Aris Budiadi. (Dok Dispen Marinir).

Selain soal urusan pilpres, Kolonel Aris juga mengingatkan prajurit Marinir agar tidak terjebak dalam masalah narkoba. Ia mengingatkan, hukuman berat yang akan menanti prajurit bila terlibat pada peredaran narkotika.

"Peredaran narkoba saat ini menyerang seluruh lapisan masyarakat. Bagi Korps Marinir jelas sanksinya yaitu Pecat Dengan Tidak Hormat (PDTH). Untuk itu jauhi, jangan sampai menggunakan apalagi jadi pengedar. Ingat keluarga kalian. Jangan tergiur iming-iming atau tawaran yang menggiurkan. Percayalah itu semua akan menghancurkan hidup kita," sebut Kolonel Aris.


"Narkoba merupakan penghancur generasi bangsa. Mari kita bersama-sama memerangi Narkoba. Bentengi diri dan keluarga kita masing-masing. Sekali lagi jangan pernah bersentuhan dengan Narkoba," sambungnya.

Seperti diketahui, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto melarang prajurit berfoto atau selfie dengan menggunakan simbol jari yang menunjukkan nomor urut pasangan calon di Pemilu. Larangan terkait netralitas TNI itu tertuang dalam Surat Telegram (ST) Panglima TNI Nomor: ST/11/2019 tertanggal 4 Januari 2019.

"Anggota TNI dilarang berfoto/selfie dengan menggunakan menggunakan simbol jari sehingga bisa ditafsirkan bentuk dukungan ke pasangan calon," bunyi ST Panglima tersebut.


Simak Juga 'Ada TNI yang Tak Netral di Pemilu, Laporkan!':

[Gambas:Video 20detik]


TNI Netral di Pemilu, Prajurit Marinir Diingatkan Tak Pose Jari Khas Paslon
(elz/tor)