Dapat Remisi, Hukuman Pembunuh Wartawan Radar Bali Jadi 20 Tahun Bui

Aditya Mardiastuti - detikNews
Selasa, 22 Jan 2019 08:39 WIB
Ilustrasi (Andi/detikcom)
Denpasar - Hukuman penjara seumur hidup I Nyoman Susrama jadi 20 tahun penjara setelah dapat remisi. Susrama adalah otak pembunuhan wartawan Radar Bali.

"Yang jelas bukan grasi, itu remisi perubahan hukuman dari pidana seumur hidup menjadi 20 tahun," kata Kepala Rutan Bangli Made Suwendra ketika dihubungi detikcom, Selasa (22/1/2019).

Suwendra mengatakan pihaknya hanya meneruskan permohonan perubahan remisi hukuman yang diajukan terpidana Suasrama.

"Kita kan boleh mengusulkan. Ini yang mengajukan permohonan yang bersangkutan, kita hanya meneruskan," tuturnya.


Salah satu pertimbangan dikabulkannya permohonan ini karena Suasrama dinilai berkelakuan baik selama menjalani masa pidananya.

"Pertama dia kan selama menjalani pidana berkelakuan baik, berkontribusi, aktif, dan produktif mengikuti kegiatan pembinaan. Kemanusiaan lah berdasarkan pada kewenangan presiden," terangnya.

Suwendra mengatakan salinan Keppres tentang putusan terhadap Susrama itu sudah dia terima. Hanya, ada kesalahan administratif berupa kesalahan tanggal penahanan pada dokumen tersebut.

"Sudah (dapat salinan), tapi ada kesalahan administratif. Saya harus mengajukan laporan dulu. ada kesesuaian tanggal penahanan yang beda dengan keppres. Saya mohon petunjuk dulu dari kanwil," jelasnya.


Untuk diketahui, kasus ini terjadi pada 2009. Susrama, yang merupakan adik pejabat Bangli, membunuh wartawan bernama Prabangsa terkait kasus dugaan penyimpangan proyek di Dinas Pendidikan. Mayat Prabangsa ditemukan di laut Padangbai, Klungkung, pada 16 Februari 2009 dalam kondisi mengenaskan.

Di sisi lain, remisi terhadap terpidana seumur hidup tidak dikenal dalam KUHP. Lalu dengan dasar hukum apa hukuman itu dipotong? (ams/asp)