Gunung Agung Erupsi Lagi, Tinggi Kolom Abu 2.000 Meter

Aditya Mardiastuti - detikNews
Selasa, 22 Jan 2019 06:58 WIB
(Foto: Dok. PVMBG)
Jakarta - Gunung Agung, Bali, kembali mengalami erupsi pada pukul 03.42 Wita pagi tadi. Tinggi kolom abu teramati mencapai 2.000 meter di atas puncak.

"Telah terjadi erupsi Gunung Agung, Bali, pada tanggal 22 Januari 2019 pukul 03.42 Wita dengan tinggi kolom abu teramati ± 2.000 m di atas puncak (± 5.142 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur dan tenggara. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi ± 2 menit 25 detik," demikian pernyataan Pos Pengamatan Gunung Api Agung, Kementerian Energi, Sumber Daya, dan Mineral (ESDM), Badan Geologi, PVMBG dalam keterangan tertulis, Selasa (22/1/2019).


Sementara itu, pantauan per pukul 06.00 Wita cuaca di sekitar Gunung Agung mendung dan hujan. Asap dari kawah masih teramati, sedangkan gempa tektonik lokal dirasakan hingga di Batur, Kintamani.

"Teramati letusan dengan tinggi 2.000 m dan warna asap kelabu. Teramati sinar api di atas puncak kawah gunung api Agung," sambungnya.

Gunung Agung pun masih belum diturunkan dari status siaga. Masyarakat tetap diimbau waspada.

"Masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya yaitu di seluruh area di dalam radius 4 km dari Kawah Puncak Gunung Agung. Zona Perkiraan Bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Agung yang paling aktual/terbaru," ujarnya.


Masyarakat yang tinggal ataupun beraktivitas di sekitar Gunung Agung juga diminta waspada terhadap ancaman lahar hujan. Apalagi di musim hujan ini, material erupsi di area puncak rawan.

"Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi, terutama pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak. Area landaan aliran lahar hujan mengikuti aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung," pesannya. (ams/knv)