detikNews
Senin 21 Januari 2019, 17:46 WIB

Sidang Dagang Perkara PN Jakpus

Nurhadi Akui 3 Kali Bertemu Eddy Sindoro, Apa yang Dibahas?

Zunita Putri - detikNews
Nurhadi Akui 3 Kali Bertemu Eddy Sindoro, Apa yang Dibahas? Mantan Sekretaris MA Nurhadi (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi mengakui pertemuannya dengan terdakwa perkara dagang perkara Eddy Sindoro. Setidaknya ada 3 kali pertemuan yang terjadi.

Nurhadi menyebut 3 pertemuan itu terjadi di kediamannya, rumah Eddy Sindoro, dan di Plaza Indonesia. Apa saja yang dibahas?

"Pertemuan pertama terkait kesehatan pengobatan alternatif. Saya kenalkan ada namanya Pak Sulasman. Sering Pak Sulasman saya panggil ke rumah, teman-teman saya yang lain ikut pengobatan di rumah," kata Nurhadi saat bersaksi dalam sidang lanjutan perkara dagang perkara dengan terdakwa Eddy Sindoro di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (21/1/2019).




Pertemuan kedua yang berlangsung di rumah Eddy Sindoro disebut Nurhadi terjadi saat lamaran dan pernikahan anak Eddy Sindoro yang bernama Michael Sindoro. Nurhadi mengaku diundang menghadiri acara itu.

Pertemuan terakhir di Plaza Indonesia kemudian disebut Nurhadi berlangsung santai. Mereka membahas hal-hal semacam kesehatan hingga hobi Eddy Sindoro mengoleksi kendaraan antik.

"Ya hanya ketemu masalah keluarga, kesehatan pendidikan, kebetulan beliau hobi kendaraan antik," kata Nurhadi.

Nurhadi membantah bila Eddy Sindoro pernah meminta bantuannya mengenai kasus. Dia menepis adanya permintaan bantuan baik secara lisan atau tulisan dari Eddy Sindoro.

Perkara yang menjerat Eddy Sindoro berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada bulan April 2016. Saat itu KPK menangkap Edy Nasution dan Doddy Aryanto Supeno.

Singkat cerita keduanya diadili. Edy Nasution merupakan mantan panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), sedangkan Doddy hanya disebut sebagai seorang swasta.




Dalam surat dakwaan Edy Nasution saat itu, Eddy Sindoro disebut sebagai mantan Presiden Komisaris Lippo Group. Eddy Sindoro disebut menyuap Edy Nasution untuk mengurusi dua perkara dari perusahaan di bawah Lippo Group yang terjerat masalah hukum. Edy Nasution sudah divonis bersalah dalam perkara itu, pun Doddy.

Eddy Sindoro yang dijerat sebagai tersangka kemudian sempat kabur ke luar negeri sebelum akhirnya menyerahkan diri ke KPK. Dalam surat dakwaan Eddy Sindoro, Nurhadi disebut jaksa KPK pernah menghubungi Edy Nasution agar perkara yang dimintakan Eddy Sindoro segera dikirim padanya.

Nurhadi beralasan hal itu merupakan kewenangannya karena perkara itu sudah lebih dari setahun. Namun baik Nurhadi, Eddy Sindoro, maupun Edy Nasution membantah adanya aliran uang. Sampai saat ini Nurhadi yang statusnya masih sebagai saksi.


Nurhadi Akui 3 Kali Bertemu Eddy Sindoro, Apa yang Dibahas?

(zap/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed