DetikNews
Senin 21 Januari 2019, 12:26 WIB

Novel Siap Beri Keterangan Bila Polri Ungkap Tuntas Teror ke KPK

Haris Fadhil - detikNews
Novel Siap Beri Keterangan Bila Polri Ungkap Tuntas Teror ke KPK Novel Baswedan (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Penyidik KPK Novel Baswedan berbicara soal rencana permintaan keterangan terhadapnya oleh tim gabungan Polri. Novel bersedia memberi keterangan dengan syarat tim gabungan Polri terbuka untuk mengungkap semua teror ke unsur KPK.

"Saya sudah menyampaikan bahwa saya akan memberikan keterangan dengan lengkap apabila tim ini menyampaikan dengan terbuka bahwa akan mengungkap semua serangan terhadap pegawai KPK selama ini," kata Novel kepada detikcom, Senin (21/1/2019).

Bukan tanpa alasan, Novel mengaku selama ini serangan terhadap pegawai dan pemimpin KPK tak pernah terungkap tuntas. Novel juga berbicara soal barang bukti penting yang disebutnya, berdasarkan keterangan penyidik, sudah tidak ada.


"Dalam beberapa kesempatan saya menyampaikan bahwa saya menyakini pemeriksaan yang selama ini dilakukan tidak untuk mengungkap pelakunya. Hal ini selaras dengan pengakuan penyidik bahwa bukti-bukti penting sudah tidak ada, di antaranya sidik jadi, CCTV, dan bukti ITE lainnya," ucap Novel.

Hingga kini, Novel menyatakan belum mendapat konfirmasi apakah dia memang bakal dimintai keterangan lagi oleh tim dari Polri atau tidak. Dia juga menyinggung soal temuan Komnas HAM yang menyatakan ada abuse of process dalam penyidikan yang selama ini telah dilakukan.

"Saya belum pernah dapat konfirmasi soal itu," ujar Novel.

"Seolah-olah tim tidak tahu bahwa ada temuan Komnas HAM bahwa penyidikan yang selama ini dilakukan dengan abuse of process. Sebab, bila tim paham, pasti akan menjadikan titik tolak pemeriksaan pada hal itu," sambungnya.


Polri sebelumnya mempertimbangkan memanggil Novel Baswedan untuk membantu tim gabungan penyidik mengungkap kasus teror terhadapnya. Hal tersebut disampaikan Polri setelah Ketua KPK Agus Rahardjo menyatakan Novel bakal bekerja sama untuk pengungkapan kasus teror air keras yang terjadi pada 11 April 2017.

"Ya, apabila nanti dibutuhkan keterangannya oleh tim, bersedia untuk memberikan keterangan. Novel sendiri sudah menyampaikan secara lisan kepada Pak Agus Rahardjo beberapa hari yang lalu," ucap Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo.

"Tergantung Novelnya.... Kalau dia ada waktu, bisa langsung ke satgas. Setelah diberi penjelasan oleh Pak Agus, welcome akhirnya semuanya," sambungnya.
(haf/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed