detikNews
Sabtu 19 Januari 2019, 20:36 WIB

Tak Bayar Denda Tilang Elektronik, 800 Kendaraan Diblokir

Arief Ikhsanudin - detikNews
Tak Bayar Denda Tilang Elektronik, 800 Kendaraan Diblokir Salah satu yang akan kena tilang elektronik ialah kendaraan melewati garis di lampu merah (Foto: Pradita Utama/detikcom)
Jakarta - Polda Metro Jaya telah memblokir 800 kendaraan karena tidak membayar tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (e-TLE). Kebanyakan dari mereka adalah pengendara mobil.

"Sampai saat ini kurang lebih ada 800 kendaraan yang diblokir. Kebanyakan adalah mobil," ucap Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Yusuf, kepada detikcom, Sabtu (19/1/2019).

Mereka tidak akan bisa membayar pajak kendaraan sebelum membayar denda tilang. Setelah itu, polisi akan buka blokir kendaraan tersebut.


"Baru mereka bisa bayar pajak atau pengesahan," kata Yusuf.

Yusuf menyebut mengatakan pemblokiran ini dilakukan untuk menimbulkan efek jera kepada pengguna jalan untuk mematuhi rambu lalu lintas. Dia menyebut pemblokiran terhadap 800 kendaraan termasuk banyak.

9 pelanggaran yang disoroti CCTV soal tilang elektronik9 pelanggaran yang disoroti CCTV soal tilang elektronik (Foto: Luthfy Syahban/detikcom)


"Banyak. Itu kan efek jera juga. Salah satu pencegahan kan efek jera. Salah satunya ya dia harus bayar," kata Yusuf.

Penerapan e-TLE sudah dimulai sejak 1 November 2018 di ruas Jalan MH Thamrin sampai Jalan Sudirman. Rencananya, e-TLE juga akan diberlakukan kepada kendaraan di luar pelat nomor Jakarta.


"Kami masih sinkronisasi data, kami masih upaya untuk menyambungkan dengan Korlantas, masih dalam tahap proses. Supaya nanti dalam tahap penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas khususnya dalam E-TLE, nopol yang di luar dari pelat B bisa terakomodir. Tahun ini lah bisa," kata Yusuf di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (4/1).
(aik/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com