Isu Novel Baswedan Hanya Sampai Pinggir Panggung Debat

Isu Novel Baswedan Hanya Sampai Pinggir Panggung Debat

Faiq Hidayat, Indra Komara, Mochamad Zhacky - detikNews
Jumat, 18 Jan 2019 23:22 WIB
Isu Novel Baswedan Hanya Sampai Pinggir Panggung Debat
Penyidik KPK Novel Baswedan (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Tuntas sudah debat perdana dalam gelaran Pemilihan Presiden-Wakil Presiden 2019 yang bertema hukum, hak asasi manusia (HAM), korupsi, dan terorisme. Masing-masing kubu, baik calon presiden-calon wakil presiden (capres-cawapres) nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin maupun Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengklaim sebagai yang unggul.

Namun ada satu isu yang sebelumnya digadang-gadang bakal muncul dalam sawala itu tetapi tidak muncul, yaitu mengenai teror penyiraman air keras pada penyidik KPK Novel Baswedan. Peristiwa yang terjadi hampir 2 tahun lalu atau tepatnya 11 April 2017 itu sempat digaungkan pihak Prabowo-Sandiaga.

Nyatanya, pada saat debat, tidak ada sorotan pada penuntasan perkara itu. Kenapa?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT




"Saya terus terang ada di dalam note saya, tapi Pak Prabowo bilang 'jangan'. Karena Pak Prabowo tidak ingin menimbulkan... Begitu ngomong Novel langsung...," kata Sandiaga saat ditemui di Jalan Jenggala II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (18/1/2019).

Sandiaga mengaku berencana membahas perihal Novel di sesi terakhir debat. Dia berjanji memasukkan penuntasan kasus dalam program utama dalam 100 kerja Prabowo-Sandiaga jika terpilih.

"Tapi ada di note saya dan saya diingatkan terus sama Pak Dirman (Sudirman Said), Pak BW (Bambang Widjojanto), Pak Dahnil. Tapi saya sampaikan Pak Prabowo yang akan menutup pembicaraan dengan closing statement," ujar Sandiaga.

"Kalau saya dikasih kesempatan 30 detik, saya akan tanya mengenai.... Saya bukan tanya ya, tapi saya akan menegaskan bahwa Prabowo-Sandi akan membentuk tim independen dan penuntasan kasus Novel Baswedan akan menjadi program utama 100 hari kami," imbuhnya.

Sedangkan Direktur Materi Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Sudirman Said, menyebut ada banyak pertimbangan dengan tidak dimunculkannya isu itu. Namun yang paling ditonjolkan Sudirman adalah mengenai alasan kesantunan.

"Ada banyak pertimbangan, karena sebenarnya (kasus) Novel ini sudah banyak diketahui masyarakat. Pak Prabowo-Sandi sangat santun untuk tidak terlalu menohok, tapi masyarakat tahu bahwa ada kasus ini," ujar Sudirman kepada wartawan.




Sementara itu, Novel, yang ditanya mengenai absennya isu mengenai teror padanya, melihat isu teror terhadap KPK yang lebih penting, bukan hanya kepadanya. Beberapa kali Novel memang menyebut teror kepadanya tidak hanya sekali dan tidak hanya menimpa dia. Bahkan terakhir, pada awal tahun ini, rumah dua pimpinan KPK, Agus Rahardjo dan Laode M Syarif, mendapat teror.

"Saya diberi tahu bahwa masing-masing paslon capres-cawapres menyampaikan mendukung KPK terkait dengan pemberantasan korupsi. Bagi saya aneh kalau mendukung tapi tidak peduli dengan banyaknya teror terhadap pegawai dan pimpinan KPK yang dibiarkan, dan tidak diungkap," kata Novel kepada detikcom.

"Saya khawatir pernyataan-pernyataan mendukung KPK hanya janji yang kemudian tidak ditepati, sebagaimana yang sudah-sudah," imbuh Novel. (dhn/bpn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads