detikNews
Jumat 18 Januari 2019, 11:21 WIB

SDN di Denpasar Rawan Longsor karena di Ujung Tebing, Guru Waswas

Aditya Mardiastuti - detikNews
SDN di Denpasar Rawan Longsor karena di Ujung Tebing, Guru Waswas Tebing ke tepi sungai cukup tinggi (Foto: Aditya Mardyastuti/detikcom)
Denpasar - Kondisi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 6 Ubung di Denpasar, Bali, membutuhkan perhatian dari pihak terkait. Lokasi sekolah yang berada di tebing tepi sungai rawan longsor dan butuh perbaikan.

Pihak sekolah meminta perhatian pemerintah agar segera dilakukan perbaikan. Sebab, area toilet yang berada persis di pinggir tebing sudah hampir ambrol.

"Kami harap cepat disender. Supaya tidak dilalui anak-anak sekarang cuma dikasih bangku untuk pembatas. Harapannya pemerintah yang kompeten secepatnya menanggulangi biar kita aman," kata Kepala Sekolah SDN 6 Ubung Kaja Ni Luh Putu Sri Gunawati, Denpasar, Bali, Jumat (18/1/2019).


Warga sekolah sempat panik saat gempa 7 SR mengguncang Lombok yang getarannya dirasakan sampai di BaliWarga sekolah sempat panik saat gempa 7 SR mengguncang Lombok yang getarannya dirasakan sampai di Bali (Foto: Aditya Mardyastuti/detikcom)

Sri menerangkan dia sudah melaporkan kondisi sekolahnya ke dinas terkait. Dia berharap dinas segera melakukan perbaikan untuk mencegah terjadinya korban.

"Tiyang (saya, red) sudah lapor sesuai dengan jalur lewat dinas, PU sama aset Kota Denpasar. Katanya untuk anggaran ini dikasih 2019, tiyang kan menunggu dananya mungkin belum cair. Kalau belum lagi tiyang mengajukan usulan baru terus kejar biar secepatnya," terangnya.

Demi keselamatan anak-anak, areal toilet itu kini ditutup dengan bangku-bangku. Sri juga membatasi penggunaan tiga ruang kelas yang lokasinya berdekatan dengan toilet tersebut. Dia khawatir jika terjadi hujan lebat atau gempa toilet itu mendadak ambrol dan ruang kelas itu ikut tergerus.


"Asal gempa atau hujan deras ke sini orang tua murid ngecek anak-anaknya. Makanya tiga ruangan ini nggak dipakai takutnya kalau ketarik di situ itu. Kita sudah permaklumkan ke dinas, makanya pembelajaran dibagi pagi dan siang, biar tiyang pakai gedung ini aja," terang Sri sambil menunjuk gedung yang letaknya di sisi timur toilet.

Sri menuturkan ambrolnya toilet itu terjadi pada 2014 silam, namun tak juga ada perbaikan. Sementara, ketika gempa mengguncang Lombok pertengahan tahun lalu dia dan para guru serta orang tua makin waswas.

Areal sekolah yang rawan longsor ditutup dengan bangkuAreal sekolah yang rawan longsor ditutup dengan bangku (Foto: Aditya Mardyastuti/detikcom)

"Ambrol WC sejak 2014, gedung ini (baru dibangun) 2015. Dulu sempat mau dibangun di pinggir tebing karena sudah longsor makanya dibangun ke sini. Waktu gempa Lombok itu guncangan parah beberapa kali dan gede, sama kalau hujan deras selalu ada longsor dikit-dikit aja terus, kan khawatir," ucapnya.


Di lokasi yang sama, Kabid Pembinaan SD Disdikpora Kota Denpasar I Made Merta mengatakan pihaknya mendorong Dinas PU Provinsi Bali segera melakukan perbaikan. Sebab, pihaknya juga khawatir dengan keselamatan anak-anak.

"Gelisah juga karena sudah musim hujan. Kami dari Dinas Pendidikan mendorong di tingkat provinsi untuk bisa ditindaklanjuti, untuk menghindari terjadinya musibah atau terjadinya korban yang besar. Sekarang baru septic tank (yang ambrol), kalau tidak ditangani tiga kelas ini hancur. Kita mohon provinsi segera merealisasikan (renovasi) itu," harap Merta.
(ams/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com