Tragedi Mandala Dipastikan Bukan Karena Cuaca Buruk

Tragedi Mandala Dipastikan Bukan Karena Cuaca Buruk

- detikNews
Jumat, 09 Sep 2005 18:26 WIB
Medan - Faktor cuaca sudah bisa disingkirkan dari daftar penyebab jatuhnya Mandala Airlines RI-091 di Medan. Laporan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Stasiun Polonia Medan, pada hari naas itu sebenarnya cuaca cerah dan sempurna untuk penerbangan.Menurut Sumiratno, Kepala Stasiun BMG Polonia Medan, analisa dan pantauan cuaca pada hari Senin (5/9/2005) pada pukul 10.00 WIB, menunjukkan jarak pandang 5.000 meter dan kecepatan angin dari arah tenggara, mencapai enam knot."Kalau kecepakatan angin sekitar enam knot, itu masih aman untuk penerbangan. Kondisi cukup mengkhawatirkan kalau kecepatan angin sudah mencapai 10 knot lebih," kata Sumiratno kepada detikcom, Jumat (9/9/2005) di kantornya di Bandara Polonia Medan.Disebutkan Sumiratno, suhu udara pada waktu itu lembab. Tinggi dasar awan, mencapai 1.600 feet atau sekitar 800 meter dari permukaan laut. Kemudian temperatur sekitar 30 derajat celcius dengan perkiraan suhu titik embun (dew point) 25 derajat celcius. Suhu titik embun adalah suhu saat kemungkinan terjadinyapengembunan dari udara.Semua laporan cuaca pada saat itu, semestinya sudah diketahui pilot sebelum berangkat. "Dan jika dilihat dari data-data ini, cuaca semestinya tidak menjadi masalah," tukas Sumiratno.Sebelumnya memang analisis cuaca yang dikeluarkan BMG mulai pada pukul 00.00 WIB pada hari itu, memperkirakan akan terjadi hujan yang disertai petir. Merujuk pada laporan yang dibuat Sumiratno, disebutkan, cuaca diperkirakan berawan hingga berawan banyak dengan peluang hujan pagi hari dan sore hingga malam hari yang disertai dengan thunderstorm.Namun hujan baru turun sekitar satu jam setelah pesawat jatuh pada pukul 10.05 Wib atau pukul 03.07 UTC (Universal Time Clock) di Jalan Jamin Ginting, sekitar 500 meter dari landasan pacu (runway) 05 yang menewaskan 143 korban pada saat kejadian, yakni 99 penumpang dan 44 warga. Dan kemarin, jumlah korban tewas dari warga bertambah dua lagi.Sejauh ini, kata Sumiratno, pihaknya belum ada dihubungi Komite Nasional Keselamatan Transportadi (KNKT) sehubungan dengan kondisi cuaca. Namun dikatakan, pihaknya siap memberikan data itu kapansaja diminta. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads