Kelahiran Cucu Pertama Rizal Nurdin Disambut Haru
Jumat, 09 Sep 2005 18:10 WIB
Medan - Kisah meninggalnya Gubernur Rizal Nurdin masih membawa cerita haru. Kehadiran cucu dari anak pertama yang memang sudah dinantikan almarhum, justru lahir lima hari setelah dia meninggal dunia.Suasana haru mewarnai kelahiran cucu pertama almarhum Tengku Rizal Nurdin di Rumah Sakit Gleneagles, di Jalan Listrik Medan, Jumat (9/9/2005). Bayi laki-laki dengan berat 3,215 gram dan panjang 49 centimeter ini lahir dengan selamat melalui operasi caesar.Sedianya operasi caesar ini dilakukan di Jakarta 10 September (hari ini-red). Namun setelah wafatnya Rizal Nurdin akibat kecelakaan pesawat Mandala Airlines lima hari lalu, puteri pertamanya, T Armilla Madiana dan suaminya, Andre Syahreza, akhirnya memutuskan untuk melahirkan di RS Gleneagles Medan.Kabid Humas Pimpinan Pemprovsu Eddy Syofian kepada wartawan menjelaskan, operasi ini dumulai pukul 09.45 WIB dan selesai pukul 10.45 WIB. Tim dokter dipimpin Budi Hadibroto, yang merupakan paman T Armilla Madiana."Cucu pertama almarhum Rizal Nurdin ini kemudian diberi nama Aizansyah Muhammad Rizal," ujar Eddy.Menurut Andre Syahreza, sebulan sebelum Rizal Nurdin dipanggil Allah SWT, dirinya telah tiga kali diingatkan agar kalau melahirkan di Jakarta nantinya harus dicari rumah sakit seperti RS Gleneagles dan dokter seperti Dr Budi Hadibroto."Itulah mengapa kami memilih operasi ini dilakukan di sini," katanya.Menyangkut nama yang dipilihkan untuk putra pertamanya tersebut, Andre mengungkapkan bahwa nama itu perpaduan antara nama dirinya dengan kakek putranya."Sebulan lalu saya sudah minta izin kepada almarhum untuk menggunakan nama Rizal di ujung nama putra saya. Dan almarhum mengizinkannya," kenang Andre.Sementara Hj Siti Mariam Rizal Nurdin menyatakan, awal-awal sebelum kelahiran ini merasakan stres dan takut. Ini lebih karena telah tiadanya Almarhum T Rizal Nurdin yang selama ini menjadi pengayom keluarga. Dia merasa takut, apalagi kelahiran ini melalui operasi.Tapi rasa takut itu kemudian sirna setelah pukul 07.30 WIB dia melaksanakan salat duha. Seusai salat tersebut, dirinya merasa terbayang dan ditemani almarhum menghadapi situasi yang sulit tersebut."Saya bersyukur cucu dan anak saya selamat. Mudah-mudahan, cucu pertama ini nanti bisa melanjutkan semua perjuangan dan cita-cita almarhum kakeknya," harap Siti Mariam.Dalam kesempatan ini, Siti Mariam menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Sumatera Utara yang telah menyampaikan rasa simpati dan duka cita terhadap musibah yang menimpa almarhum suaminya. Dia juga merasa haru dan simpati terhadap masyarakat yang turut mendoakan almarhum."Saya berterima kasih, hampir di seluruh rumah ibadah masyarakat mendoakan almarhum suami saya. Dan tolong maaafkan segala kesalahan dan kekhilafan almarhum selama hidupnya," kata Mariam.
(nrl/)











































