Novel Baswedan: Kami Minta TGPF, Bukan Tim Gabungan Penyidik

Haris Fadhil - detikNews
Selasa, 15 Jan 2019 15:33 WIB
Penyidik KPK Novel Baswedan (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Penyidik KPK Novel Baswedan mengkritik tim gabungan bentukan Polri untuk mengusut kasus teror penyiraman air keras padanya. Bagi Novel, tim itu bukanlah Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang diinginkannya.

"Kami meminta untuk dibentuk Tim Gabungan Pencari Fakta, bukan tim penyidik dan penyelidik. Bedanya apa dengan tim yang sebelumnya?" gugat Novel di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (15/1/2019).




Namun Novel tetap menanti hasil kerja tim gabungan Polri itu. Dia menyebut penyidikan polisi sebelumnya tidak sungguh-sungguh.

"Tentu kita semua akan menilai tim ini bekerja dengan benar atau tidak. Indikatornya adalah ini bisa diungkap dengan benar," ucap Novel.

Novel malah khawatir pembuktian kasus itu dibebankan padanya sebagai korban. Dia pun berharap tim gabungan Polri itu tidak hanya sekadar formalitas memenuhi rekomendasi Komnas HAM.

"Sejak kapan ada penyidikan investigasi perkara penyerangan yang beban pembuktian dibebankan pada korban. Sejak kapan teror yang diduga ada aktor intelektualnya tapi dimulai dari motif dulu. Di dunia rasanya tidak ada," ujar Novel.

Tim gabungan itu dibentuk Kapolri Jenderal Tito Karnavian per 8 Januari 2019. Selain unsur Polri, Tito juga melibatkan lima pegawai KPK yang terdiri dari penyelidik, penyidik dan pengawas internal serta tujuh orang pakar dari berbagai bidang seperti dari LIPI, Setara Institute, Kompolnas, dan Komnas HAM.




Mengenai TGPF, Polri melalui Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Irjen M Iqbal sudah menanggapinya. Menurutnya, TGPF tidak diperlukan lagi karena tim gabungan itu lebih teknis.

"(TGPF) itu tim tidak teknis. Sudah banyak itu. Ini adalah tim yang teknis kepolisian itu. Apakah mampu TGPF saja? Ini teknis, di dalamnya polisi profesional, KPK, pakar-pakar yang mengawasi dan memberi masukan. Komnas HAM pasti sudah punya pertimbangan profesional," ujar Iqbal, Senin (14/1).


Saksikan juga video 'Jokowi Sebut TGPF Novel Baswedan Bukan Rekomendasi Dirinya':

[Gambas:Video 20detik]

(haf/dhn)