detikNews
Selasa 15 Januari 2019, 13:45 WIB

Eks Wagub Bali Diduga Tipu Alim Markus Rp 149 M, 29 Saksi Diperiksa

Aditya Mardiastuti - detikNews
Eks Wagub Bali Diduga Tipu Alim Markus Rp 149 M, 29 Saksi Diperiksa
Denpasar - Polisi masih memeriksa sejumlah saksi terkait kasus yang melibatkan eks Wagub Bali I Ketut Sudikerta dan bos Maspion, Alim Markus. Puluhan saksi sudah diperiksa terkait kasus dugaan penipuan dan pencucian uang senilai Rp 149 miliar itu.

"Kasusnya masih jalan. Sudah periksa 29 saksi," ujar Dirkrimsus Polda Bali Kombes Yuliar Kus Nugroho lewat pesan singkat, Selasa (15/1/2019).

Yuliar tak merinci siapa saja saksi yang sudah diperiksa. Namun, dia memastikan Sudikerta sudah menjalani pemeriksaan terkait kasus yang menjeratnya tersebut.

"Tersangka sudah (diperiksa)," jawabnya singkat.

Kasus itu bermula pada 2013 lalu, saat itu Sudikerta menawarkan dua obyek tanah di kawasan Jimbaran yang diklaim sebagai miliknya kepada bos Maspion Alim Markus. Belakangan diketahui, salah satu obyek tanah yang diakui milik Sudikerta tersebut rupanya merupakan milik Pura (tempat ibadah). Sementara satu tanah lainnya sudah dijual ke perusahaan lainnya.

Padahal dari dua obyek tanah yang ditawarkan tersebut, pihak Ali Markus telah menyetor uang sebesar Rp 149 miliar. Sudikerta pun diduga berperan aktif dalam kasus jual-beli dua obyek tanah di kawasan Jimbaran.

"Kebetulan yang SHM nomor 5048 adalah punya pura, yang satunya lagi SHM 16249 sekitar 3.300 m2 ini sebelumnya sudah dijual ke PT Dua Kelinci sehingga di sini lah satu keadaan palsunya. Ini alat gerak dari Pak Sudikerta untuk menipu pihak Maspion," terang Dirkrimsus Polda Bali Kombes Yuliar Kus Nugroho.

Sementara itu, penasihat hukum Sudikerta, Togar Situmorang menyebut kliennya menerima penetapannya sebagai tersangka dan akan patuh pada proses hukum.

"Dengan penetapan tersangka Krimsus Polda Bali kami menyampaikan apresiasi dan semoga penetapan tersangka Pak Sudikerta betul-betul dilandasi profesional dan tidak ada motif lain. Kalau ada surat panggilan klien kami kooperatif dan tidak akan menghilangkan barang bukti yang sifatnya subyektif," tutur Togar.



(ams/asp)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com