Penyelundupan BBM
SBY Panggil Dirut Pertamina
Jumat, 09 Sep 2005 10:03 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memanggil Direktur Utama (Dirut) Pertamina Widya Purnama. SBY akan meminta pertanggungjawaban atas keterlibatan 18 pejabat Pertamina dalam penyelundupan BBM.Dalam jadwal acara biro protokol Istana, pertemuan SBY dengan Dirut Pertamina akan digelar di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, pukul 10.00 WIB, Jumat (9/9/2005). Selain Widya, akan ikut hadir dalam pertemuan itu Wakil Direktur Utama Mustiko Saleh dan Direktur Pemasaran Niaga Ari Soemarno. Presiden SBY, Kamis (8/9/2005) kemarin mengaku sudah mengantongi nama 18 pejabat Pertamina yang terlibat penyelundupan. SBY menegaskan kasus penyelundupan itu akan diperiksa hingga tuntas. SBY akan menindak tegas Dirut pertamina jika terbukti mengetahui dan merestui penyelundupan itu. Akibat penyelundupan BBM itu, negara menderita kerugian Rp 3 triliun. Kabar yang berkembang Widya Purnama akan segera diganti karena dinilai tidak becus mengelola BBM. Dirjen Migas ESDM Iin Arifin Takhyan dipastikan akan menggantikan posisi Widya. Tim Penilai Akhir (TPA) yang bertugas memilih direksi BUMN termasuk Pertamina sudah mencapai putusan akhir untuk memilih Iin Arifin Takhyan. Menurut sumber detikcom di Kementerian BUMN, keputusan TPA tersebut sudah final, dan tinggal diteken SBY sebelum akhirnya diumumkan ke publik. "Diharapkan sebelum mengikuti kunjungan presiden ke luar negeri, Meneg BUMN sudah mengumumkan pengganti Widya. Sebelum tanggal 11-an Septemberlah," kata sumber itu.
(iy/)











































