detikNews
Minggu 13 Januari 2019, 16:25 WIB

Masih Ada PKL Jualan di Trotoar, Pedagang di Skybridge Pasrah

Guruh Nuary - detikNews
Masih Ada PKL Jualan di Trotoar, Pedagang di Skybridge Pasrah Pedagang di kolong skybridge. (M Guruh Nuary/detikcom)
Jakarta - Skybridge Tanah Abang sudah ditempati oleh para pedagang. Namun, sayang disayang, masih ada saja pedagang kaki lima yang berjualan di trotoar.

"Ya namanya juga kaki lima. Kalau ada yang kosong pasti diisi, udah biasa di trotoar mah. Terus, kalau ada Satpol PP, ya, main kucing-kucingan, kalo ada mereka, ya, dirapihin dulu," ujar salah seorang pedagang di skybridge, Suherman, di lokasi, Jl Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (13/1/2019).


Suherman memastikan tak boleh lagi berjualan di jalanan atau trotoar Jl Jatibaru, Tanah Abang. Suherman pun sebelumnya berdagang di bawah.
Pedagang di jalanan Jl Jatibaru. Pedagang di jalan Jl Jatibaru. (M Guruh Nuary/detikcom)

"Awalnya kan kita ini dagang di bawah, terus dipindahin semua, naik ke atas. Kan ini totalnya ada 446 kios, deh, kalau nggak salah," ungkap Suherman.

Suherman mengaku pasrah saja dengan masih adanya PKL di bawah skybridge. Dia tak kecewa terhadap sikap pedagang lain.

"Ya biasa aja sih, kan kita sesama pedagang," ujar Suherman.
Suasana skybridge Tanah Abang. Suasana skybridge Tanah Abang. (M Guruh Nuary/detikcom)

Sudah sebulan lebih sehari Suherman dan para pedagang lain berjualan di skybridge. Dia juga bercerita proses mendapatkan lapak di skybridge Tanah Abang.

"Aku pas dapat kios ini perjuangannya itu, ngurusin KTP, segala macem, deh," ungkap Suherman.

Tarif sewa per bulan diambil secara otomatis dari rekening pedagang di Bank DKI sehingga para pedagang wajib membuat rekening Bank DKI terlebih dahulu.

"Kemarin, sih, Rp 550 ribu per bulan. Itu dah termasuk kebersihan, sampah-sampah juga," kata dia.

Para PKL tampak tetap berjualan di badan jalan di bawah skybridge. Ada yang berjualan minuman, makanan, pakaian, dan sebagainya.

Salah seorang pedagang minuman, Harni, mengaku kehabisan kios sehingga memilih berjualan di jalanan. Dia mengaku sudah cukup lama berdagang di Tanah Abang.

"Nggak kebagian. Aku ini kan rantau, dulu dagangnya di situ deket halte, dah 36 tahun aku dagang di situ, terus karena dibangun kan, jadi aku pindah ke sini," kata Harni.
(bag/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed