DetikNews
Minggu 13 Januari 2019, 10:46 WIB

Ace: Jokowi-Ma'ruf Optimis Indonesia Bersih, Korupsi Belum Stadium 4

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Ace: Jokowi-Maruf Optimis Indonesia Bersih, Korupsi Belum Stadium 4 Foto: Jokowi dan Ace Hasan (dok. pribadi)
Jakarta - Jelang debat capres-cawapres pertama, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin berbicara mengenai pemberantasan korupsi. Jubir TKN, Ace Hasan Syadzily mengatakan Jokowi-Ma'ruf Amin optimistis Indonesia bersih, korupsi belum stadium 4.

"Jokowi-Kiai Ma'ruf sangat optimis bahwa Indonesia bisa menjadi negara yang bersih dari korupsi (clean and good governance). Korupsi masih bisa diberantas. Levelnya tidak separah kanker stadium 4 yang hampir mustahil dapat diobati. Terlalu lebay dan berlebihan jika korupsi tidak dapat diberantas yang menunjukkan itu pandangan yang pesimistis terhadap bangsa ini," kata Ace dalam keterangannya, Minggu (13/1/2019).


Apa yang akan dilakukan Jokowi-Ma'ruf terkait pemberantasan korupsi. Ace menyebut semuanya sudah jelas tercantum dalam visi misi pasangan calon nomor urut 01 itu.

"Visi misi itu mencakup agenda aksi perubahan yang konsisten, komprehensif, sistematis dan tajam menyentuh epicentrum perubahan dalam pemberantasan korupsi. Ini kontras dengan visi misi Prabowo-Sandi yang bicara tentang pemberantasan korupsi tidak memiliki rujukan dalam visi dan misinya yang diserahkan ke KPU," sebut Ace.

Ace mengatakan pemberantasan korupsi akan efektif apabila pemimpin puncaknya berintegritas, bukan bagian pemburu rente, dan berani melawan kekuatan oligarki ekonomi-politik. Menurutnya, sosok yang diperincinya itu ada di Jokowi.

"Jokowi memiliki rekam jejak sebagai pemimpin yang berintegritas. Pada tahun 2010, saat menjadi Wali Kota Solo, Jokowi mendapatkan Bung Hatta Anti Corruption Award. Upaya pencegahan korupsi dilanjutkan saat menjadi Gubernur DKI Jakarta degan e-budgeting," katanya.


Politikus Partai Golkar itu mengatakan, dalam upaya pemberantasan korupsi, aspek pencegahan yang sangat penting, bukan hanya penindakan. Jokowi, lanjut Ace, menawarkan agenda aksi yang konkret dan komprehensif.

"Pak Jokowi sudah meletakkan fondasi berupa Strategi Nasional Pencegahan Korupsi. Agenda berikutnya adalah melaksanakan Stranas itu secara konsisten dengan fokus pada perizinan dan tata niaga, keuangan negara, serta penegakan hukum dan reformasi birokrasi di setiap kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya," sebut Ace.

"Pak Jokowi akan terus meningkatkan kapasitas Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP). Memperkuat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta meningkatkan sinergi dan kerja sama antar-institusi penegak hukum dalam pemberantasan kejahatan korupsi," imbuh dia yang menjabat Ketua DPP di Partai Golkar.


Dalam empat tahun ini, Jokowi disebut Ace telah menggiatkan transaksi non-tunai sebagai tindakan pencegahan penggunaan uang tunai dalam tindak korupsi dan pencucian uang. Pembayaran jalan tol sampai dengan Bantuan Pangan Non Tunai, menurut Ace, ialah inovasi transaksi nontunai di era Jokowi. Jokowi, lanjutnya, akan terus mempertegas penindakan kejahatan perbankan dan pencucian uang sehingga akan ada efek jera karena terjadi proses pemiskinan para koruptor.

"Kunci dari pemberantasan korupsi adalah integritas dan rekam jejak. Pak Jokowi tidak punya beban terkait dengan konflik kepentingan terkait bisnis keluarga. Anak-anaknya justru jualan martabak dan pisang goreng. Sebaliknya sulit membayangkan akan tidak ada konflik kepentingan terkait bisnis keluarga Prabowo dan juga Sandi," pungkas Ace.


Simak Juga 'Menemukan Dugaan Korupsi? Laporkan ke Call Center KPK':

[Gambas:Video 20detik]


Ace: Jokowi-Ma'ruf Optimis Indonesia Bersih, Korupsi Belum Stadium 4

(gbr/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed