detikNews
Kamis 10 Januari 2019, 14:35 WIB

Sidang PK, Kuasa Hukum Baiq Nuril Beberkan Kesalahan Kasasi

Tim detikcom - detikNews
Sidang PK, Kuasa Hukum Baiq Nuril Beberkan Kesalahan Kasasi Baiq Nuril (hari/detikcom)
Mataram - Pengadilan Negeri (PN) Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), menggelar sidang perdana pemeriksaan berkas memori peninjauan kembali (PK) Baiq Nuril Maknun. Pada sidang perdana itu, kuasa hukum Baiq Nuril membeberkan alasan PK.

Sidang dipimpin Achmad Sugeng Djauhari, dengan anggota Hiras Sitanggang dan Rosana Irawati. Baiq Nuril sebagai pihak pemohon PK hadir dengan didampingi tim pengacara yang dipimpin Yan Mangandar Putra.

Sedangkan dari pihak termohon PK, tim jaksa penuntut umum (JPU) diwakilkan oleh Kasi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Mataram Agung Faizal, didampingi jaksa Oktavia Ading.

Awal persidangan, majelis hakim mempersilakan pihak termohon menyampaikan berkas memori PK yang kemudian disampaikan langsung oleh pihak pengacara Baiq Nuril, diwakilkan Yan Mangandar Putra.

Dalam uraian berkas memorinya, pihak pengacara menjelaskan tentang kekhilafan atau kekeliruan hakim Mahkamah Agung dalam memutus kasasinya. Aturan itu telah tertera dalam Pasal 263 ayat 2C KUHP.

"Dalam putusan Mahkamah Agung (MA) itu, terdapat kekhilafan atau kekeliruan hakim yang dilakukan secara nyata tanpa melihat fakta hukum dalam sidang sebelumnya," kata Yan Mangandar.

Dari uraian tersebut, pihak Baiq Nuril kemudian menyimpulkan putusan kasasi MA telah kontradiktif dengan putusan sidang sebelumnya, yakni di PN Mataram, pada akhir Juli 2017.

Karena itu, dalam berkas memorinya, Yan Mangandar meminta majelis hakim yang memeriksa berkas memori PK Baiq Nuril membatalkan putusan kasasi MA, membebaskan Baiq Nuril dari seluruh dakwaan, dan mengembalikan hak-hak Baiq Nuril dalam statusnya sebagai warga sipil biasa.

"Diharapkan juga kepada majelis hakim untuk mengadili kembali dan menyatakan Baiq Nuril tidak terbukti bersalah sebagaimana yang telah disebutkan dalam dakwaannya," ujarnya.

Lebih lanjut, Yan Mangandar menjelaskan secara lengkap bahwa oknum yang mendistribusikan dan/atau mentransmisikan rekaman pembicaraan Baiq Nuril dengan Muslim itu adalah rekan tenaga honorernya ketika masih bekerja di SMAN 7 Mataram.

"Melainkan yang aktif dalam hal pendistribusian atau mentransmisikan itu adalah Imam Mudawin, bukan Baiq Nuril," ujarnya pula.

Menanggapi penyampaian berkas memori PK Baiq Nuril, ketua majelis hakim Achmad Sugeng Djauhari mempersilakan pihak termohon dari Kejari Mataram memberikan hak jawab.

Namun pihak JPU, yang diwakilkan Agung Faizal, meminta waktu kepada majelis hakim untuk menyiapkan jawaban dari berkas memori PK Baiq Nuril secara tertulis.

"Kami harap bisa diberikan waktu satu pekan untuk lebih dulu menyiapkan jawabannya secara tertulis," kata Agung Faizal.

Mendengar pernyataan itu, majelis hakim kemudian menyimpulkan untuk menunda sidang hingga pekan depan, tepatnya Rabu (16/1) mendatang.

Dalam kurun tersebut, majelis hakim meminta tim JPU menyiapkan materi jawaban dari berkas memori PK Baiq Nuril hingga batas waktu yang telah dipertimbangkan majelis hakim.

"Dari musyawarah kami, sidang diputuskan untuk ditunda hingga Rabu (16/1) depan dengan materi mendengar jawaban memori PK-nya," kata ketua majelis hakim Achmad Sugeng Djauhari.



Saksikan juga video 'Tangis Bu Nuril Divonis 6 Bulan karena Rekam Obrolan Mesum Kepsek':

[Gambas:Video 20detik]


(asp/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed