detikNews
Selasa 08 Januari 2019, 17:41 WIB

KNKT-TNI AL Lanjutkan Pencarian CVR Lion Air PK-LQP

Nograhany Widhi Koesmawardhani - detikNews
KNKT-TNI AL Lanjutkan Pencarian CVR Lion Air PK-LQP KRI Spica (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan TNI AL melanjutkan mencari kotak hitam cockpit voice recorder (CVR) Lion Air PK-LQP di perairan Karawang. Pencarian direncanakan selama 7 hari ke depan.

Ketua Sub-Komite Investigasi Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo mengungkapkan pencarian dimulai hari ini.

"Bekerja sama dengan Pushidro AL dengan KRI Spica," kata Nurcahyo saat dihubungi detikcom, Selasa (8/1/2019).


KRI Spica akan mencari CVR di perairan Karawang dengan kedalaman 30-40 meter untuk 10 hari ke depan nonstop. "Mudah-mudahan sebelum 10 hari sudah ketemu," katanya.

Teknologi Pencarian

Di dalam KRI Spica itu, ada 9 personel KNKT, 18 penyelam TNI AL, dan 3 ahli hidrologi. Teknologi yang digunakan antara lain scanner, side scan sonar, magnetometer yang bisa mendeteksi logam meski tertutup lumpur, serta remote operated underwater vehicle (ROV) milik KNKT.

"Bila sudah terdeteksi dan ketemu, mengambilnya nanti oleh penyelam," jelas dia.


Tantangan

Tantangan yang dihadapi KNKT dan TNI AL adalah baterai underwater locator beacon (ULB) yang menempel di CVR. Masa baterai itu sampai akhir Januari 2019.

"Baterai ULB itu sampai 90 hari, habisnya sampai akhir bulan ini. Maka itu, kami harus berkejaran sebelum masa baterainya habis. Selain itu, ombak besar dengan cuaca yang sekarang kurang bagus," urai dia.

Lion Air PK-LQP jatuh ke perairan Karawang, Jawa Barat, pada 29 Oktober 2018 pagi. Pesawat lepas landas pada pukul 06.20 WIB dan membawa 189 orang, yang meliputi pilot, kopilot, lima pramugari, dan penumpang.



Tonton juga video 'Menhub akan Tinjau Aturan Bagasi Berbayar Lion Air':

[Gambas:Video 20detik]


(nwk/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com