"Itu ilusi dan ekspektasi sebagai timses Prabowo-Sandiaga. Bias timses," ucap Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan PDIP Eva Sundari kepada wartawan, Selasa (8/1/2019).
Skor 0-3 itu sebelumnya disebut Ketua DPP Partai Gerindra Habiburokhman karena, menurutnya, Prabowo-Sandiaga lebih memiliki konsep jelas terkait materi debat pertama, yaitu hukum dan HAM, korupsi, serta terorisme. Namun, bagi Eva, tiga isu itu tidak jelas ditemukan dalam visi-misi pasangan capres-cawapres nomor urut 02 itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Reputasi Prabowo dan cawapresnya soal utang dan korupsi banyak tersangkut masalah. Demikian juga soal HAM, Prabowo adalah aktor langsung kasus-kasus HAM. Sedangkan Jokowi mewarisi kasus-kasus pelanggaran HAM, termasuk terkait Pak Prabowo. Misal penculikan aktivis yang hingga kini masih 9 orang yang belum kembali," imbuh Eva.
Untuk itu, Eva menilai konsep yang dimiliki Prabowo untuk tiga isu itu lemah. Dia pun menyindir timses Prabowo-Sandiaga dengan sebuah pepatah Jawa.
"Ingat pepatah Jawa soal legitimasi, 'Nek galak ojo clutak, nek clutak ojo galak'," kata Eva. (mae/dhn)











































