RSKM soal Tagihan Rp 17 Juta Korban Tsunami: Pasien Minta Layanan VIP

M Iqbal - detikNews
Sabtu, 05 Jan 2019 10:31 WIB
Muginarto, korban tsunami, curhat dikenai biaya. (Iqbal/detikcom)
Cilegon - Korban tsunami asal Kota Cilegon mengeluhkan tagihan Rp 17 juta setelah menjalani perawatan di RS Krakatau Medika (RSKM). Pihak rumah sakit menyebut tagihan itu dibuat karena pasien meminta layanan VIP.

Direktur Komersial RSKM Suriadi Arief mengatakan penanganan bagi korban bencana berada di kelas III. Jika ingin mendapatkan pelayanan lebih, pihak rumah sakit mengenakan tambahan biaya untuk perawatan.

"Penanganan bencana kan kelas tiga, sejak awal pasien itu minta di VIP, dari awal sudah dijelaskan jika coverage-nya segini. Kalau misalkan naik kelas, ada nilainya dong, ada biaya dong," ujarnya saat dimintai konfirmasi, Sabtu (5/1/2019).





Arief melanjutkan pasien yang ditagih Rp 17 juta itu sejak awal meminta dirawat di ruang VIP. Padahal, menurutnya, penanganan korban bencana alam ada di kelas III. Karena itu, pihak rumah sakit tidak berani menanggung biaya jika pasien ingin naik kelas.

"Tapi kami sudah sampaikan kalau coverage-nya hanya sampai kelas III. Tapi saya cek dulu. Intinya begini, dia ingin naik kelas lebih tinggi, ini tidak bisa kami tanggung, dia sudah menyatakan setuju. Ketika angka keluar, dia menolak," ujarnya.

"Kami sudah bilang, tolong dia, bantu dia, dia naik kelas risikonya kami kasih tahu kok bilang begitu. Kalau mengenai angkanya berapa, saya tidak bisa jawab. Tapi kira-kira begitu," katanya.






Saksikan juga video 'Pemerintah Siapkan Lokasi Sementara bagi Korban Tsunami Lampung':

[Gambas:Video 20detik]


RSKM soal Tagihan Rp 17 Juta Korban Tsunami: Pasien Minta Layanan VIP



(fdn/fdn)