Alami Gagal Ginjal, Driver Ojol: Bukan Berarti Gagal Hidup

Akfa Nasrulhak - detikNews
Jumat, 04 Jan 2019 19:52 WIB
Foto: Instagram Beritaojol
Jakarta - Menderita penyakit yang mengharuskan cuci darah memang tidak mudah, karena membutuhkan biaya serta usaha lebih demi bertahan dari penyakit tersebut. Bahkan sering kali, dengan penyakit yang mengharuskan berobat secara terus-menerus seperti itu, seseorang tak lagi bersemangat.

Namun tidak bagi Aang Munawar, salah satu mitra pengemudi GrabCar yang masih tetap bersemangat menjalani hidup, walau ia telah mengidap gagal ginjal. Dalam seminggu, ia harus melakukan cuci darah tiga kali secara rutin.

"Nama saya Aang Munawar, umur saya 43 tahun. Alhamdulillah, semenjak masuk Grab, saya masih bisa melanjutkan aktivitas dengan kondisi yang seperti ini. Dengan kondisi ginjal yang sudah sangat minim fungsinya. Hari Selasa, Kamis, dan Sabtu saya harus cuci darah," tulis Grab, dalam akun Instagramnya, seperti yang detikInet lihat, Jumat (4/1/2019).



Meski dalam kondisi sakit, Aang tetap harus aktif mencari nafkah demi membiayai keluarganya. Sebelum menjadi mitra Grab, ia berjuang mencari kerja ke banyak tempat. Ia melamar menjadi sopir pribadi hingga menjaga toko material, namun tak ada yang mau menerimanya.

"Saya harus tetap membiayai anak sekolah dan lain-lain. Jadi saya masih harus tetap fight, nggak bisa istirahat. Dan menggunakan hemodialisis ini," katanya.

"Selama saya sakit dan dapat banyak penolakan, dukungan terbesar saya dapat dari istri dan anak-anak. Saya nggak bisa bayangin bisa berjuang melawan penyakit tanpa dukungan mereka," tambahnya.



Beruntung, Aang bisa bergabung dengan Grab. Karena dengan waktu kerja yang fleksibel, Aang bisa tetap berjuang membahagiakan keluarga.

"Saya tidak akan pernah menyerah sama penyakit. Saya tidak akan pernah menyerah sedikit pun. Bagi saya, gagal ginjal bukan berarti gagal hidup," tegasnya. (mul/mpr)