Tim Prabowo-Sandi Minta Polisi Cari Perekam yang Sebar Hoax Surat Suara

Arief Ikhsanudin - detikNews
Jumat, 04 Jan 2019 00:56 WIB
Dahnil Anzar Simanjuntak dalam acara pertemuan dengan relawan media sosial. (Arief/detikcom)
Jakarta - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meminta pihak kepolisian mencari perekam yang menyebarkan hoax soal tujuh kontainer surat suara tercoblos. Dahnil merasa dirugikan oleh adanya rekaman suara tersebut.

"Kami sangat dirugikan oleh siapa pun terkait dengan rekaman itu. Jadi kita nggak tahu siapa yang buat itu. Kuncinya satu, silakan polisi dicari siapa perekam itu. Jangan sampai ini sama dengan kasus-kasus lainnya yang kemudian tertuduh ke kami, kemudian nggak terungkap sama sekali," kata Koordinator Jubir BPN Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak, di Kembangan, Jakarta Barat, Kamis (3/1/2019).



Dalam rekaman suara yang tersebar di grup WA itu, nama Partai Gerindra dan Ketua BPN Prabowo-Sandiaga, Djoko Santoso, dibawa-bawa. Dahnil menuturkan, rekaman suara tersebut bisa dibuat oleh siapa saja.

"Pertama, siapa pun bisa membuat (rekaman) itu. Para pihak mana pun bisa membuat itu, kemudian mereka bisa menuduh siapa pun. Kemudian kedua misalkan, pertanyaan Anda kan misalnya ada Andi Arief, justru yang kami tangkap, yang dilakukan Andi Arief adalah memperingatkan segera dicek, kan begitu ya yang disampaikan dia," tuturnya.



Mantan Ketum PP Pemuda Muhammadiyah mengatakan Djoko Santoso tidak ada kaitannya dengan isu surat suara tercoblos seperti yang disebut-sebut dalam rekaman. Sandi meminta polisi bekerja profesional mengusut kasus hoax tersebut.

"Jadi saya pikir polisi harus bekerja profesional, nggak ada hubungannya dengan Pak Djoko," pungkas Dahnil.



Tonton juga video 'Jokowi: Penyebar Hoax Bisa Dijerat Hukum':

[Gambas:Video 20detik]


Tim Prabowo-Sandi Minta Polisi Cari Perekam yang Sebar Hoax Surat Suara
(aik/idn)