Melihat Lagi Jessica Divonis Pembunuh Mirna dengan Kopi Sianida

Andi Saputra - detikNews
Senin, 31 Des 2018 12:42 WIB
Jessica Kumala Wongso (ari/detikcom)
Jakarta - Mahkamah Agung (MA) menolak peninjauan kembali (PK) Jessica Kumala Wongso. Alhasil, Jessica secara sah dan terbukti secara hukum sebagai pembunuh Wayan Mirna Salihin dengan kopi yang diisi racun sianida.

Kasus bermula saat Mirna ngopi di Kafe Olivier, Grand Indonesia, Jakarta, pada 6 Januari 2016. Dalam hitungan detik, Mirna mengalami keanehan, kejang dan akhirnya meninggal dunia.


PN Jakpus akhirnya memvonis Jessica sebagai pembunuh Mirna dan dikuatkan hingga MA.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan Laboratorium Kriminalistik Polri tersebut di atas, ahli toksikologi Dr Nursamran Subandi MSi menyimpulkan bahwa sianida (NaCN) bersifat korosif terhadap bahan- bahan yang terpapar di mana jumlah sianida (NaCN) yang terkandung dalam VIC yang diminum oleh korban Wayan Mirna Salihin adalah ± 298 mg, dan jumlah ini jauh lebih besar dari lethal dosis (LDlo) Sianida (NaCN) untuk manusia dengan bobot 60 kg yang hanya 171,42 mg," demikian pertimbangan majelis kasasi yang dikutip detikcom, Senin (31/12/2018).


Atas dasar itu, dr Arief Wahyono SpF dan dr Slamet Poernomo SpF DFM selaku ahli Kedokteran Forensik yang melakukan pemeriksa VeR menyimpulkan penyebab kematian korban Wayan Mirna Salihin akibat erosi pada lambungnya.

"Dengan demikian hakim judex facti tidak melampaui karena Sianida (NaCN) yang jauh lebih besar dari lethal dosis (LDlo) kewenangannya karena tidak menentukan sendiri penyebab kematian korban Wayan Mirna Salihin tetapi menyimpulkan penyebab kematian korban Wayan Mirna Salihin dari pendapat ahli toksikologi dan ahli kedokteran forensik dan hasil laboratorium kriminalistik Polri, serta visum et repertum yang didukung keterangan saksi-saksi fakta yang dihadirkan di persidangan, sehingga berdasarkan uraian pendapat tersebut, alasan kasasi terdakwa yang mendalilkan judex facti tidak berwenang dan atau telah melampaui kewenangannya karena menentukan sendiri sebab matinya korban Wayan Mirna Salihin karena racun sianida tanpa dilakukan otopsi (tanpa pendapat dokter ahli patologi) telah terbantahkan dengan sendirinya," ujar majelis kasasi yang terdiri dari Artidjo Alkostar, Salman Luthan dan Soemardjiatmo.


Pertanyaan kunci kuasa hukum Jessica yaitu tidak ada rekaman CCTV bila Jessica memasukan sianida ke kopi yang diminum Mirna. Apa kata MA?

"Dalam menentukan sebab kematian korban, judex facti tidak menentukan sendiri penyebab kematian korban yang jelas-jelas bukan kompetensinya karena hakim bukan dokter, tetapi hakim dapat dapat menyimpulkan sebab kematian berdasarkan fakta-fakta persidangan, yang merupakan konklusi kumulatif dari keterangan saksi-saksi fakta yang dihadirkan di persidangan, surat, alat bukti elektronik (CCTV), dan keterangan para ahli Toksikologi dan kedokteran forensik," jawab majelis dengan suara bulat.

Atas vonis kasasi itu, Jessica mengajukan PK. Apa kata MA?

"Tolak," demikian dilansir website MA, Senin (31/12/2018). Perkara Nomor 69 PK/PID/2018 itu diadili oleh hakim agung Suhadi, Sri Murwahyuni dan Sofyan Sitompul.


Simak Juga 'Kasasi Ditolak, Kapan Jessica Dieksekusi?':

[Gambas:Video 20detik]


(asp/aan)