Ada 9 poin isu yang dijabarkan dalam poster tersebut, mulai dari isu agama sampai kabar keinginan Prabowo Subianto membangun istana khusus di Hambalang. Waketum Partai Gerindra Sufmi Dasco menilai poin-poin yang dijabarkan dalam poster tersebut tidak masuk akal. Dia berencana melaporkan ke Bareskrim Polri terkait hoax yang dicantumkan dalam poster.
"Dalam waktu dekat soal konten hoax dan cenderung mencemarkan nama baik dari Prabowo tersebut akan kami laporkan ke Bareskrim Polri," ujar Dasco dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (29/12/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satu dari 9 poin yang ada, nama Dasco dibawa-bawa dalam poster itu. Prabowo, ditulis dalam poster itu memerintahkan Tim Mawar di Gerindra untuk 'melenyapkan' Dasco.
"Sebenarnya bukan cuma poin yang menyangkut nama saya tapi secara keseluruhan menyangkut konten tidak benar. Saya pikir ada pihak-pihak yang ingin mengail di air keruh, memecah belah internal kubu Prabowo. Sehingga membuat isu itu yang sekarang ramai di medsos-medsos," jelas Dasco.
Dasco yang menjabat sebagai Waketum merasa isu tersebut tak masuk akal. Dia mengatakan tak mungkin diangkat menjadi Waketum Gerindra jika dinilai sebagai ancaman partai.
"Saya sebagai Waketum Partai Gerindra yang tentunya tidak masuk akal kalau kemudian saya sebagai dianggap sebagai ancaman lalu sekarang diangkat menjadi Waketum Prabowo," ujarnya.
Saksikan juga video 'Prabowo: Saya Tak Merasa Salah, Hanya Grasah-grusuh':
(idn/bag)










































