BNPB: Tidak Ada Kaitan Jumlah Bencana dengan Pemerintahan

BNPB: Tidak Ada Kaitan Jumlah Bencana dengan Pemerintahan

Matius Alfons - detikNews
Jumat, 28 Des 2018 19:18 WIB
BNPB: Tidak Ada Kaitan Jumlah Bencana dengan Pemerintahan
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho (Usman Hadi/detikcom)
Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menanggapi masyarakat yang kerap mengaitkan jumlah bencana alam dengan pemerintahan. Menurut BNPB, pemerintahan dan jumlah bencana tidak ada kaitannya.

"Jadi saya sampaikan biar tidak 'digoreng' ke mana mana, tidak ada kaitan jumlah kejadian bencana dengan kepemerintahan," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho kepada wartawan di gedung Graha BNPB, Matraman, Jakarta Timur, Jumat (28/12/2018).



Berdasarkan data yang tercatat BNPB, bencana alam paling banyak terjadi pada masa pemerintahan SBY, yakni 12.820 bencana, diikuti Jokowi sebanyak 9.956 bencana. Namun, menurutnya, banyak bencana alam pada masa pemerintahan sebelum SBY yang tidak tercatat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BNPB: Tidak Ada Kaitan Jumlah Bencana dengan Pemerintahan Bencana-bencana per periode pemerintahan di Indonesia. (Matius Alfons/detikcom)

"Kalau kita tahu banyak (bencana) di zaman SBY, bukan berarti dulu tidak banyak. Dulu sebenarnya bencana dalam satu tahun itu lebih dari 1.000 bencana, tapi banyak yang belum terdata," ucap Sutopo.

Selain itu, Sutopo mengungkapkan saat ini teknologi informasi dan komunikasi lebih maju daripada dulu sehingga terkesan bencana lebih banyak saat ini.



"Kemajuan teknologi informasi komunikasi yang terkait dengan pendataan pelaporan belum semaju sekarang sehingga kita melihat data bencana memang terus meningkat," tutur Sutopo.

Kemudian Sutopo mengatakan saat ini banyak terjadi bencana hidrometeorologi di Indonesia, seperti kebakaran, banjir, tanah longsor, kekeringan, dan cuaca ekstrem. Namun, menurutnya, itu semata-mata karena ulah manusia merusak lingkungan.

"Otomatis rusaknya lingkungan tadi menyebabkan meningkatnya bencana," ungkap Sutopo. (dnu/dnu)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads