LIPI Nilai Warga Medan Lebih Siap Hadapi Banjir Ketimbang Surabaya

Matius Alfons - detikNews
Kamis, 27 Des 2018 14:04 WIB
Foto: LIPI nilai kesiapsiagaaan Indonesia hadapi bencana perlu ditingkatkan (Matius-detik)
Jakarta - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memaparkan penelitian upaya pengurangan resiko banjir yang terjadi di kota Medan dan Surabaya. LIPI menilai penduduk Medan lebih siap hadapi banjir.

Perwakilan Peneliti Ekologi Manusia LIPI, Luh Kitty Katarina memaparkan hasil penelitian di dua kota besar Medan dan Surabaya. Menurutnya penelitian dilakukan di kota besar karena selain jumlah masyarakat yang lebih besar, juga karena memiliki sungai besar.

"Lokasi studi ada di dua kota, Surabaya dan Medan, ini dua kota yang terletak di wilyaah pesisir dan memiliki sungai sungai besar yang melintas," kata Kitty kepada wartawan di Gedung LIPI, Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kamis (27/12/2018).



Kitty menjelaskan kondisi penduduk di kota Medan jauh lebih siap dibandingkan di kota Surabaya. Menurutnya ini karena penduduk Surabaya masih bergantung pada Pemerintah Kota.

"Banjir itu penduduk di Medan yang paling siap, karena sudah berulang terjadi, mereka menganggap itu sudah biasa, mereka hanya anggap itu air naik karena tinggal di daerah yang rawan banjir," jelas Kitty.

Namun Kitty mengakui hal ini juga disebabkan karena kesiapsiagaan pemerintah kota Medan yang kurang sehingga masyarakatnya lebih mandiri. Sementara pemerintah kota Surabaya lebih memperhatikan kesiapsiagaan struktural dan non struktural dalam menghadapi banjir tapi masyarakatnya menjadi tidak mandiri.

"Surabaya sangat intensif pemkot, lebih siap dalam membangun mitigasi struktural, sangat masif, bersih, tapi kejadian banjIr terus berulang, penduduk merasa tidak harus menghadapi kesiapsiagaan, karena mereka merasa itu sudah dilakukan pemerintah kota," ujar Kitty.



Perbedaan tersebut, menurut Kitty menyebabkan upaya penanganan risiko banjir yang tidak optimal. Dia menyarankan seharusnya semua pihak harus terlibat melakukan kesiapsiagaan banjir.

"Upaya kesiapsiagaan harus berjalan dari pemerintah kota dan penduduk, juga mitigasi ini harus melibatkan stakeholder lain, sama sama ditingkatkan kapasitas, pemerintah dan penduduknya," ucap Kitty.

(rvk/asp)