Penutupan Tempat Ibadah
Tokoh Agama Temui Kapolri
Selasa, 06 Sep 2005 13:02 WIB
Jakarta - Polemik penutupan rumah yang dialihfungsikan sebagai gereja di Bandung, Jawa Barat, mencemaskan para tokoh agama. Sejumlah tokoh agama yakni Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi, Uskup Kardinal Julius Darmaatmaja, Ketua Persatuan Gereja Indonesia (PGI) Andreas Yewangoe, menemui Kapolri Jenderal Sutanto untuk membahas masalah itu.Pertemuan para tokoh agama dengan Kapolri berlangsung di ruang rapat utama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Selasa (6/9/2005). Pertemuan berlangsung satu jam lebih. Dimulai pukul 10.00 WIB, pertemuan baru berakhir pukul 11.15 WIB. Menurut Hasyim, dalam pertemuan itu para tokoh agama meminta bantuan Kapolri agar memantapkan kembali persatuan antarumat beragama. Persatuan itu diharapkan tidak rusak akibat polemik penutupan gereja di Bandung beberapa waktu lalu. Hasyim meminta agar seluruh warga tidak terprovokasi dengan konflik-konflik antarumat beragama. Dia juga mengingatkan umat Kristiani agar lebih berhati-hati dan memperhatikan aturan yang ada jika ingin membangun tempat ibadah. Para tokoh agama itu meminta kepolisian menyelesaikan konflik pembangunan tempat ibadah dengan cara melakukan konsultasi bersama tokoh-tokoh agama setempat. "Konflik sebaiknya diselesaikan dengan cara konsultasi," kata Hasyim.Julius Darmaatmadja juga menyatakan pendapat serupa dengan Hasyim. Konflik tentang pembangunan tempat ibadah, imbaunya, sebaiknya diselesaikan oleh aparat negara. Dia juga meminta masyarakat mau berbesar hati menoleransi ibadah umat agama lain. "Masalah ini kan masalahnya sangat tinggi sebab masalah kesempatan beribadah. Jadi diharapkan masyarakat mau berbesar hati," kata Julius.
(iy/)











































