DetikNews
Jumat 21 Desember 2018, 14:10 WIB

Polri Selidiki Pengaturan Skor Sepakbola Indonesia, Sekjen PSSI Dipanggil

Adhi Indra Prasetya - detikNews
Polri Selidiki Pengaturan Skor Sepakbola Indonesia, Sekjen PSSI Dipanggil Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria (Amalia Dwi Septi/detikcom)
Jakarta - Polri tengah menyelidiki dugaan pengaturan skor pertandingan sepakbola Liga Indonesia pada musim 2013-2017. Polisi melakukan penyelidikan untuk mendapatkan bukti-bukti baru kasus pengaturan skor.

"Kasus-kasus lama nanti untuk digali kembali. Alat bukti yang pada masa penyidikan awal itu, penyidik menilai belum cukup, maka akan didalami kembali, dianalisa kembali, di-assessment kembali, bukti-bukti apa yang dibutuhkan untuk mengungkap satu peristiwa yang diduga adalah peristiwa pidana tersebut," kata Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jaksel, Jumat (21/12/2018).


Dedi mengatakan ada kasus lama yang satu alat buktinya dianggap kurang oleh penyidik. Diharapkan jika satu kasus itu terungkap bisa jadi pintu masuk untuk mengungkap kasus-kasus lainnya.

Dia mengatakan penyelidikan ini didasari laporan dugaan terjadinya pengaturan skor sebuah pertandingan dari pihak ketiga. Pada hari ini, Polri memanggil lima saksi, di antaranya Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria, Dirut PT Liga Indonesia Baru Berlington Siahaan, Manajer Madura FC Januar Hermanto, Sekjen BOPI Andreas Marbun, dan Ketua BOPI Richard Sambera.


"Jadi progres untuk hari ini, Direktorat Tipikor (Bareskrim Polri) akan meminta keterangan awal terhadap lima orang ini sebagai saksi yang memiliki informasi, mungkin juga mengetahui, maupun yang paham tentang mekanisme serta SOP dalam sebuah pertandingan sepakbola yang ada di Indonesia," tutur Dedi.

Polisi akan kembali memanggil tujuh saksi lainnya minggu depan untuk mendalami kasus pengaturan skor ini dari pihak Kemenpora, wasit, hingga PSSI. Dedi mengatakan, dalam waktu dekat, akan dibentuk Satgas Pengaturan Skor. Satgas ini juga akan beroperasi mengawasi pengaturan skor di Liga Indonesia musim depan.


"Kemudian untuk satgas, nanti akan bekerja di pertandingan atau setelah digulirkan liga di 2019-2020. Sama, dalam rangka mengantisipasi perbuatan curang terhadap pengaturan skor, mafia, maupun juga menangkap apabila dalam sebuah pertandingan, baik Liga 1, Liga 2, Liga 3, ada kecurangan terhadap pengaturan skor, itu akan ditindak secara hukum," ungkapnya.
(jbr/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed