detikNews
Jumat 21 Desember 2018, 13:56 WIB

Lion Air Bawa Keluarga Korban ke Lokasi Jatuhnya PK-LQP

Herianto Batubara - detikNews
Lion Air Bawa Keluarga Korban ke Lokasi Jatuhnya PK-LQP Keluarga korban datang ke lokasi jatuhnya Lion Air PK LQP. (Bima Endaryono/dok Pri)
Karawang - Keluarga korban pagi tadi berangkat ke lokasi jatuhnya pesawat Boeing 737 MAX 8 registrasi PK-LQP yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat. Keluarga para korban memantau proses pencarian dan melakukan doa bersama.

Informasi tersebut disampaikan Bima Endaryono, keluarga kopilot Lion Air Harvino, yang turut jadi korban. Keluarga para korban berangkat dari Tanjung Priok, Jakarta Utara, sekitar pukul 08.00 WIB menggunakan KN SAR milik Basarnas.

Bima mengatakan, setiba di lokasi, keluarga para korban diajak melihat kapal laut MPV Everest yang sedang melakukan pencarian. Selain itu, keluarga melakukan doa bersama. Setelah itu, semuanya kembali ke Tanjung Priok sekitar pukul 12.00 WIB.


Bima berharap kapal laut MPV Everest berupaya maksimal dengan fokus mencari korban. Dia hingga saat ini meyakini masih ada jenazah yang bisa ditemukan.

Bima EndaryonoBima Endaryono (Foto: Bima Endaryono/dok Pri)


"Tekad kita sampai ketemu (jenazah, red), apa pun bentuknya," ujarnya saat dihubungi lewat telepon. Bima ikut melihat proses pencarian mewakili istri kopilot Harvino yang hingga kini masih trauma.

"Kondisi (istri kopilot Harvino, red) masih trauma, harapannya Mas Vino ditemukan. Beliau meyakini Mas Vino masih hidup," ucapnya.

Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, sebelumnya mengatakan proses pencarian pesawat dengan nomor penerbangan JT 610 ini masih terus dilakukan. Upaya pencarian lanjutan ini merupakan bentuk komitmen Lion Air dan berdasarkan permintaan dari pihak keluarga.

"Untuk lebih komprehensif, Lion Air mendatangkan kapal canggih dalam proses pencarian jenazah penumpang maupun kru penerbangan JT 610. Dalam hal ini apabila ditemukan, maka akan diambil dan diserahkan kepada Badan SAR Nasional (Basarnas) guna tindakan selanjutnya sesuai prosedur. Proses pencarian juga dilakukan terhadap kotak hitam, yaitu alat perekam suara di ruang kemudi pilot (cockpit voice recorder/CVR)," ujar Danang dalam keterangannya.


Lion Air menunjuk perusahaan swasta profesional asal Belanda menggunakan kapal laut MPV Everest untuk melanjutkan pencarian korban dan cockpit voice recorder (CVR). Biaya proses pencarian kembali mencapai Rp 38 miliar. Proses pencarian akan difokuskan berdasarkan pemetaan terakhir area koordinat jatuhnya pesawat dengan waktu operasional 10 hari berturut-turut, pada Desember 2018.


Simak Juga 'Jika Boeing Digugat, Asuransi Korban Lion Air Tak Bakal Cair?':

[Gambas:Video 20detik]



(hri/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed