Tatap Debat Pertama Capres, PAN Banggakan Portofolio Prabowo

Tsarina Maharani - detikNews
Kamis, 20 Des 2018 18:57 WIB
Faldo Maldini (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Timses Prabowo Subianto-Sandiaga Uno optimistis jagoan mereka memukau publik pada debat pertama Pilpres 2019. PAN, sebagai salah satu pengusung, membanggakan portofolio Prabowo.

Wasekjen PAN Faldo Maldini mengatakan tema debat pertama masuk ke spektrum adil. Tema debat pertama, kata dia, sudah jadi bahasan dalam koalisi, obrolan sambil ngopi. Namun pendalaman materi dengan pakar-pakar yang jadi sparing partner gagasan tetap penting. Faldo lantas berbicara tentang portofolio Prabowo yang sangat sesuai dengan tema debat pertama capres.

"Portofolio Mas Prabowo sangat relevan dalam tema hukum, korupsi, terutama keamanan. Beliau punya cerita panjang di militer. Pertahankan kedaulatan NKRI. Hutan dan rawa di Aileu, Timor Timur, yang penuh dengan nyamuk sudah jadi kawannya saat menjaga Ibu Pertiwi," kata Faldo kepada wartawan, Kamis (20/12/2018).


"Terorisme juga isu yang tidak jauh dari perjalanan karier beliau. Soal korupsi juga, kita sudah stadium empat. CPI kita 2016 sebesar 37, 2017 juga 37. Sebabnya, pembenahan korupsi elite tidak pernah selesai selama masa pemerintahan ini. Artinya, stagnan pemberantasan korupsi. Kita akan banyak bicara soal penguatan popular control," imbuh dia.

Di debat pertama, tema yang diusung memang seputar korupsi hingga terorisme. Ada juga soal hukum dan HAM. Soal HAM, Faldo punya pandangannya sendiri.

"Lebih fair diskusikan kali ini kayaknya. Pada Pemilu 2014, HAM hanya alat politik bagi petahana untuk menyerang Mas Prabowo. Seingat saya, 20 Agustus 2014, Bapak Andi Wijayanto katakan HAM bukan prioritas pemerintahan petahana. Isu ini hanya jadi alat untuk menjatuhkan saat pemilu, bukan sungguh-sungguh diperjuangkan. Kita lihat saja Komnas HAM keluarkan rapor merah dan PBB juga rilis turunnya kebebasan pers di Indonesia. Saya kira sudah tidak etis lagi gunakan alat politik itu," sebut Faldo.


"Perdebatan harusnya bisa berjalan dengan fair. Mas Bowo yang dituduh terkait HAM masa lalu namun tidak pernah dibuktikan di pengadilan, tuduhannya dibiarkan ngambang yang bisa dipakai untuk nyerang kapan pun oleh kelompok penguasa. Petahana juga terbukti tidak berkomitmen menjalankan agenda HAM," imbuh Faldo.

Menurut Faldo, debat kali ini akan berjalan spesial bagi Prabowo. Apa alasannya?

"Ini adalah debat pilpres ketiga Mas Bowo, tentu akan jadi spesial. Sebuah pembuktian bahwa beliau tempuh jalan demokrasi, memiliki komitmen pada sistem yang konstitusional, tidak pakai cara kekerasan atau penggulingan. Mas Bowo bangun partai dan ikut pemilu berkali-kali. Bagi beliau, democracy is the only game in town," tutur Faldo. (gbr/imk)