DetikNews
Minggu 16 Desember 2018, 16:29 WIB

Jelang Tahun Politik, MPR Minta Masukan dari Praktisi Media

Akfa Nasrulhak - detikNews
Jelang Tahun Politik, MPR Minta Masukan dari Praktisi Media Foto: Dok. MPR
Jakarta - Menjelang akhir 2018, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) kembali menggelar pertemuan dengan redaktur senior media cetak, online, dan elektronik. Kepala Biro Humas MPR Siti Fauziah meminta para redaktur senior menyampaikan evaluasi dan masukan berkaitan dengan publikasi pemberitaan MPR.

"Humas MPR dengan media adalah partner sejajar. Kita adalah mitra sejajar dan mempunyai kepentingan yang sama," ujar Siti dalam keterangan tertulis, Minggu (16/12/2018).



Apalagi, lanjut Siti, tahun depan sudah memasuki persiapan Pemilu 2019, yaitu pemilu legislatif dan pemilu presiden secara serentak.

"Pemberitaan MPR diharapkan tetap optimal, kita lakukan yang terbaik untuk semuanya," kata Siti mengingatkan.

Dalam kegiatan Media Expert Meeting dengan tema 'Evaluasi Publikasi Pemberitaan MPR Tahun 2018' yang digelar di Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (15/12), itu, Siti mengapresiasi media yang telah bekerja sama dengan MPR selama 2018 ini.

Kerja sama yang terjalin selama ini, menurutnya, berjalan dengan baik. Ia berharap pada 2019 kerja sama akan semakin baik lagi.

"Kita harap tahun depan lebih bersinergi lagi. Komunikasi yang sudah terjalin bisa ditingkatkan lagi," tuturnya.



Dalam pertemuan ini, Siti juga didampingi Kepala Bagian Pemberitaan dan Layanan Informasi Muhammad Jaya dan Kepala Subag Pemberitaan Budi Muliawan dan diikuti 35 redaktur senior, baik cetak, online, maupun elektronik.

Peserta media expert meeting tidak memungkiri adanya irisan antara pimpinan MPR dan kontestasi politik menjelang pemilu serentak 2019.

Dalam kontestasi politik itu, para peserta berharap pemberitaan MPR melalui pernyataan pimpinan MPR tetap bernuansa menjaga persatuan bangsa dan mewujudkan pemilu damai.

Salah satu peserta, Abdul Rochim, mengatakan pemilu serentak 2019 ini bisa menjadi momentum bagi MPR untuk meredam potensi kegaduhan di masyarakat.

"Ketika banyak berita hoax, fitnah, ujaran kebencian, MPR bisa berperan untuk meredam kegaduhan itu. Ini bisa dilakukan melalui pesan dan pernyataan pimpinan MPR," ujar Abdul.

Beberapa masukan lain dari awak media adalah berita kegiatan MPR dikemas dengan infografis, berita MPR tidak hanya ditampilkan dalam bentuk tulisan tapi juga video (gambar) untuk televisi, sosialisasi Empat Pilar MPR dikaitkan dengan isu kekinian, dan lainnya.
(mul/ega)
mpr
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed