Berkunjung ke Australia, DPR RI Dalami Pengembangan Energi Terbarukan

Berkunjung ke Australia, DPR RI Dalami Pengembangan Energi Terbarukan

Nabila Nufianty Putri - detikNews
Jumat, 14 Des 2018 20:56 WIB
Berkunjung ke Australia, DPR RI Dalami Pengembangan Energi Terbarukan
Foto: dok. DPR
Jakarta - Tim kunjungan kerja Muhibah DPR RI yang dipimpin oleh ketua delegasi sekaligus Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto bertandang ke Parlemen Adelaide dan beberapa tempat yang memiliki energi bayu maupun industri kendaraan listrik di Australia. Hal itu dilakukan guna mendalami pengembangan energi di negara tersebut.

Australia, Agus mengungkapkan, dipilih karena dianggap memiliki kesamaan dari sisi sumber daya dengan Indonesia, sehingga secara khusus pihaknya ingin memperdalam masalah energi terbarukan untuk dikembangkan di Indonesia.


"Di sana (Australia) ada wind farm, bahkan proyek baterai litium ion terbesar di dunia. Itu juga akan kita terapkan di Indonesia dan Indonesia harus mampu menguatkan sektor renewable energy," kata Agus dalam keterangan tertulis, Jumat (14/12/2018).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agus menambahkan, Adelaide memiliki banyak wind farm yang memanfaatkan teknologi bayu atau angin untuk sumber energi yang digunakan.

Menurutnya, teknologi di sana tidak begitu rumit untuk diaplikasikan di Tanah Air, terutama untuk mengantisipasi apabila wind farm tidak menghasilkan listrik.

Terlebih lagi Indonesia sudah memiliki pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) di Sidrap dan Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Setidaknya, Agus menambahkan, listrik tersebut mampu memenuhi kebutuhan kabupaten di sekitarnya.

Politikus Partai Demokrat itu memahami pengembangan energi terbarukan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Namun energi tersebut bisa terus digunakan dalam jangka waktu yang lama.

Untuk itulah, DPR RI melakukan pendalaman ke beberapa negara, salah satunya Australia.

"Yang Jelas, kita pasti mau memperkuat renewable energy untuk ketahanan energi kita," ungkap Agus.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Satya Widya Yudha menilai Indonesia juga bisa mengikuti pemanfaatan energi yang dilakukan di wind farm tersebut.

Untuk itu, Indonesia pun ingin mempelajari lebih banyak hal terkait pengembangan energi yang dilakukan Australia. Salah satunya dengan melakukan kunjungan ke pabrik baterai litium terbesar.


Pabrik tersebut mendapat dukungan dari Tesla. Sebab, selain bisa digunakan untuk listrik, baterai itu bisa dimanfaatkan untuk mobil listrik.

"Ini merupakan hal yang kita pelajari. Karena Indonesia juga ingin mengembangkan pabrik litium di kemudian hari," papar Satya.

Adapun dalam kunjungan tersebut, turut hadir anggota delegasi Fraksi Partai Demokrat Zulfikar Achmad, Fraksi Partai Gerindra M Hekal Bawazier, Fraksi PPP Mukhlisin, dan Fraksi PAN Teguh Juwarno. (ega/prf)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads