DetikNews
Jumat 14 Desember 2018, 21:04 WIB

Tim Jokowi Klaim Baru Mau Nyerang, Tim Prabowo Ngaku Sudah Jadi Korban

Elza Astari Retaduari, Tsarina Maharani, Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Tim Jokowi Klaim Baru Mau Nyerang, Tim Prabowo Ngaku Sudah Jadi Korban Erick Thohir (Foto: dok. Getty Images)
Jakarta - Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Erick Thohir, mengatakan pihaknya kini akan bermain dengan mode ofensif atau menyerang. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyatakan pihaknya sudah menjadi korban meski kubu Jokowi menyatakan baru akan memakai strategi ofensif.

Erick mengatakan selama ini kubu pasangan nomor urut 01 lebih sering defensif. Bahkan, menurut Erick, selama ini pelaporan terhadap Jokowi-Ma'ruf tidak benar adanya. Oleh sebab itu, mau tidak mau kini timses Jokowi-Ma'ruf diminta beralih ke mode 'menyerang'.

"Karena kemarin kita selalu diserang, bahkan ada kampanye PKI segala, ya mau tidak mau kita lebih ofensif sekarang," kata Erick Thohir kepada wartawan di Hotel Acacia, Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (13/12/2018).

Erick mencontohkan kasus tercecernya e-KTP di daerah Jakarta Timur. Ia menyebut TKN tidak ada hubungannya, tetapi seakan-akan disalahkan.

"Sama juga sekarang isu e-KTP wah selalu dipojokin kita lagi. Lo yang namanya isu e-KTP kan sudah kita jelaskan itu ada perannya, biarkan pihak kepolisian, pihak ini, yang ini kan nggak ada hubungannya dengan TKN," kata Erick.


Anggota TKN Jokowi-Ma'ruf, Achmad Baidowi menyebut bukan tanpa alasan Erick Thohir mengganti strategi pemenangan. Menurut dia, selama ini pihaknya hanya berdiam diri saat diserang isu hoax. Sikap diam itu disebutnya tak bisa terus-menerus dilakukan jika memang mendapat serangan.

"Kita selama ini selalu diam dan ngelus dada diserang berbagai isu hoax dan fitnah. Kalau terus diam tak ada klarifikasi dan tak melawan, tudingan itu dianggap benar," sebut Achmad Baidowi.

Lantas apa strategi TKN untuk strategi baru ini?

"Kami akan balik menyerang dengan menampilkan data dari capaian kinerja Pak Jokowi," kata juru bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily.

Sementara itu, menurut jubir TKN Irma Suryani Chaniago, kubu Jokowi akan menerapkan serangan balik bila diserang pihak lain. Dia mengungkap salah satu strategi yang akan dilakukan TKN Jokowi-Ma'ruf adalah dengan mengkapitalisasi masa lalu Prabowo-Sandiaga.


"Apa yang sudah dilakukan mereka di masa lalu dan akan dibawa ke masa sekarang, itu akan kami kapitalisasi. Jadi kita sudah nggak mau diam lagi, kita nggak mau lagi mengalah, kita nggak mau lagi ngerasa selalu harus santun," ungkap Irma.

"Kita ada perubahan strategi. Kemarin kita nggak ribut soal misalnya penculikan dan pelanggaran HAM, kita sekarang akan bicara itu juga. Kalau kemarin mereka mengkapitalisasi soal isu PKI, kita akan mengkapitalisasi soal isu pelanggaran HAM masa lalu. Ya, kan?" imbuhnya.

Sementara itu, pihak Prabowo-Sandiaga menanggapi sinis rencana Erick Thohir cs ini. Sebab, mereka merasa selama ini juga sudah diserang oleh kubu Jokowi-Ma'ruf.

"Dari kemarin-kemarin kan juga menyerang, mendiskreditkan Pak Prabowo. Jadi Pak Erick Thohir ini seperti kura-kura dalam perahu, pura-pura tidak tahu, padahal timnya selama ini juga menyerang," kata jubir BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade.

Andre menilai TKN Jokowi-Ma'ruf sedang bermain 'playing victim'. Alasannya, selama ini kubu Prabowo sudah sering diserang tim Jokowi. "Ini seperti bermain playing victim, ya. Padahal kita tahu kerjaan kubu Jokowi ya menyerang Pak Prabowo. Ya kita tahulah cara bermainnya sekarang. Bahkan kemarin soal wudu saja diserang dan Bang Sandi diserang soal 'Sandiwara Uno'," tambahnya.


Hal senada disampaikan oleh jubir BPN Prabowo-Sandi, Faldo Maldini. Menurut dia, apa yang disampaikan Erick merupakan strategi untuk menaikkan citra kubu Jokowi-Ma'ruf sebagai pelabelan yang bertolak belakang dengan pihak lawan, dalam hal ini adalah tim Prabowo-Sandiaga.

"Selama ini bukannya sudah sangat ofensif? Pernyataan ingin menyerang ini juga bagian dari membelah-belah. 'Sekarang, saatnya kami yang menyerang, selama ini kami terzalimi'. Kan pesannya itu. 'Saya Pancasila, Anda bukan. Saya toleran, Anda radikal. Saya demokratis, Anda Orba. Saya jujur, Anda hoax', kan sentimen itu yang dimainkan terus oleh pihak petahana," urai Faldo.

BPN Prabowo-Sandi pun, menurutnya, tidak akan terpengaruh oleh manuver terbaru kubu Jokowi-Ma'ruf. Menurut Faldo, pihak pasangan nomor urut 02 tersebut akan tetap berfokus pada strateginya kini, yakni memanfaatkan kekuatan emak-emak.

"Kami akan tetap pada strategi kami yang awal, konsisten bersama milenial dan emak-emak. Bang Sandi keliling masuk pasar demi pasar. Mas Bowo selalu bicara kemandirian ekonomi. Kami tidak mau banyak berjanji, yang jauh lebih penting janji terlaksana," tutup politikus PAN ini.
(elz/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed