DetikNews
Kamis 13 Desember 2018, 20:06 WIB

Saat Erick Thohir 'Terpaksa' Ofensif

Samsdhuha Wildansyah - detikNews
Saat Erick Thohir Terpaksa Ofensif Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Erick Thohir
Jakarta - Ada yang berbeda dari arahan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Erick Thohir, kepada jajarannya. Kini dia terpaksa meminta timses Jokowi-Ma'ruf bersikap ofensif.

Arahan ini disampaikan dalam workshop internal Bidang Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional (TKN) dan Tim Kampanye Daerah (TKD) Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Workshop yang berlangsung selama tiga hari itu dihadiri oleh seluruh TKD di 34 provinsi seluruh Indonesia. Acara workshop itu juga berlangsung secara tertutup.



Erick mengatakan selama ini kubu pasangan nomor urut 01 lebih sering defensif. Bahkan, menurut Erick, selama ini pelaporan terhadap Jokowi-Ma'ruf tidak benar adanya. Oleh sebab itu, mau tidak mau kini timses Jokowi-Ma'ruf diminta beralih ke mode 'menyerang'.

"Karena kemarin kita selalu diserang, bahkan ada kampanye PKI segala, ya mau tidak mau kita lebih ofensif sekarang," kata Erick Thohir kepada wartawan di Hotel Acacia, Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (13/12/2018).

Erick mencontohkan kasus tercecernya e-KTP di daerah Jakarta Timur. Ia menyebut TKN tidak ada hubungannya, tetapi seakan-akan disalahkan.

"Sama juga sekarang isu e-KTP wah selalu dipojokin kita lagi. Lo yang namanya isu e-KTP kan sudah kita jelaskan itu ada perannya biarkan pihak kepolisian, pihak ini yang ini kan nggak ada hubungannya dengan TKN," kata Erick.



Oleh sebab itu, kini TKN maupun TKD Jokowi-Ma'ruf akan bersifat lebih agresif dan tidak pasif di bidang hukum. TKN dan TKD bidang hukum, disebutnya, lebih agresif saat ini agar pandangan masyarakat tidak melihat TKN selalu melakukan hal yang tidak baik.
(imk/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed