DetikNews
Rabu 12 Desember 2018, 14:50 WIB

Mantan Kepala UP4B Usulkan Papua Ditangani Setingkat Menteri

Sudrajat - detikNews
Mantan Kepala UP4B Usulkan Papua Ditangani Setingkat Menteri Letjen TNI (PUrn) Bambang Darmono (Foto: Hasan Alhabshy)
Jakarta -

Mantan Kepala Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat (UP4B) Letjen TNI (Purn) Bambang Darmono menyarankan agar dalam kabinet berikutnya perlu kementrian khusus yang mengurusi masalah Papua. Hal itu dimaksudkan agar semua kebijakan pembangunan di Papua lebih fokus dan terarah.

"Kalau dari pengalaman sewaktu memimpin UP4B itu sulit kita bergerak karena muncul di tengah-ditengah masa pemerintahan. Tiap kementerian sudah punya program sendiri-sendiri. Koordinasi itu gampang diucapkan, tapi prakteknya dalam manajemen itu sulit banget," kata Bambang saat ditemui detik.com di kediamannya di kawasan Cibubur, Senin (11/12/2018).


Dalam beberapa hal, dia melanjutkan, apa yang dilakukan pemerintahan Jokowi untuk Papua sudah bagus. Kedatangan Jokowi ke Papua sebanyak 6-7 kali menunjukkan perhatian dan keberpihakan yang patut diapresiasi. Hanya saja upaya untuk mengambil hati masih perlu ditindalanjuti dengan progres pembanguan yang lebih terencana dengan memperhatikan budaya masyarakat Papua.

"Ke depan, merujuk pengalaman UP4B, perlu seorang menteri khusus yang menangani Papua," ujar Bambang.

Tugas pokok UP4B yang dibentuk pada 2011-2014 bersifat adhoc untuk memberikan dukungan kepada Presiden dalam hal koordinasi, singkronisasi, fasilitasi serta evaluasi dan pengendalian. Saat itu tugas UP4B lebih pada manajerial, bukan melaksanakan program.

Meski begitu, Bambang dengan segala kemampuan lobinya saat itu antara lain berhasil membuat kebijakan afirmasi di bidang pendidikan. Dia menjalin kerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Forum Rektor agar memberi perhatian kepada putra-putri Papua untuk bisa kuliah di kampus-kampus terbaik di tanah air.

"Ya, memang ada yang belum bisa Bahasa Indonesia sehingga diberi waktu dulu untuk belajar agar bisa mengikuti perkuliahan. Itu semua tantangan untuk pengelola kampus. Kalau membina orang pinter kan gampang jadi kalau berhasil ya biasa aja, tapi kalau ini perlu pendekatan yang beda dan itu harus kita lakukan bersama demi perbaikan kualitas SDM di Papua," papar Bambang.

Ia mengungkapkan dirinya termasuk yang mengusulkan agar anak-anak Papua diberi perhatian khusus untuk sektor olah raga, khususnya sepak bola. Sebab mereka punya talenta yang bagus dan fisik yang lebih kuat. Karena itu pembangunan sarana olah raga perlu disiapkan.

Selain itu, saat menyampaikan paparan setahun UP4B pada Januari 2013, Bambang menyampaikan pembangunan infrastruktur dasar mutlak dilakukan untuk membuka wilayah terisolasi agar masalah kemiskinan bisa teratasi. Selain itu juga perlu memastikan pembangunan ekonomi rakyat yang berbasiskan potensi lokal seperti palawija, kopi, kakao, sagu dan karet. "Kopi Papua itu jika dibangun dan dikelolah baik pertahunnya bisa menghasilkan pendapatan cukup besar bagi Papua," ujarnya.

Hal lain yang penting diperhatikan seiring perbaikan kualitas SDM melalui pendidikan adalah mendorong terciptanya good governnance yang akan menjadi landasan bagi keberlanjutan pembangunan.

"Semua itu tidak mudah, apalagi kondisi alam, karakter budaya, jumlah suku yang begitu banyak. Kompleks sekali. Dengan Aceh pun tantangan di Papua itu sulit sekali," kata Bambang.




(jat/erd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed