DetikNews
Rabu 12 Desember 2018, 13:55 WIB

JK Sarankan BPKH Investasikan Dana Haji ke Infrastruktur

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
JK Sarankan BPKH Investasikan Dana Haji ke Infrastruktur Foto: Noval/Detikcom
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyarankan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) untuk menginvestasikan dana haji ke infrastruktur. JK mengatakan investasi ke infrastruktur dapat menyelamatkan dana haji dari inflasi dan pelemahan nilai tukar mata uang.

"Investasi (dana haji) harus mesti hati-hati, kalau pengalaman kita investasi jangka panjang, yang mengatur kenapa tabungan haji beli kebun sawit di Sumatera, atau jalan tol, atau listrik, semua itu bisa, karena bagaimana dana haji ini bermanfaat," kata JK di Aula Kantor Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (12/12/2018).



JK menyampaikan hal tersebut dalam pidatonya di acara pembukaan rapat kerja (raker) pertama BPKH. JK berharap dalam rapat tersebut para pimpinan dan staf BPKH membahas investasi terbaik untuk dana haji.

"Maka yang harus dibicarakan itu ini uang diapakan, kalau hanya berpegang kepada deposito-deposito pasti akan kalah dari inflasi dan kalah dari nilai tukar, pasti akan terjadi itu," ujarnya.

Menurut JK, dana haji yang diinvestasikan ke infrastruktur merupakan bentuk investasi tanpa bunga. Hal ini karena dana yang dinvestasikan ke infrastruktur bukan dalam bentuk deposito.

"Ini dana yang dibayar bukan deposito karena tanpa bunga, bunga haram tentunya karena riba nanti kalau diistilahkan bunga, salah lagi. Tapi dagang (investasi ke infrastruktur) boleh," tuturnya.



JK pun meminta BPKH untuk tidak sekedar memutarkan dana haji kepada bank syariah. JK lalu menyoroti sejumlah bank syariah yang terkadang hanya administrasinya saja yang syariah, namun pada kenyataannya tetap saja konvensional.

"Memang bunga tidak ada, tapi biaya administrasi tinggi. Jadi istilahnya saja syariah kadang, tapi bagi hasilnya tidak jelas. Karena bank syariah murni harus betul-betul tingkat kepercayaan tinggi. Percaya kepada nasabah yang partnernya yang mitranya, yang neracanya harus betul-betul. Tapi kadang-kadang semua juga tidak mengexpose yang benar sehingga tidak terjadi bagi hasil yang benar, hasilnya ya administratif. Nama syariah caranya tetap konvensional," jelas JK.

JK lalu menekankan kepada BPKH untuk membicarakan secara serius investasi apa yang baik untuk dana haji, di mana keuntungan dari investasi tersebut lebih besar dari tingkat inflasi.

"Jadi itu banyak hal menurut saya, intinya ialah investasi yang aman tapi nilainya lebih tinggi, maka itu proyek-proyek infrastuktur seperti yang dikatakan. Kalau berani beli itu jalan tol Jakarta-Bandung, pasti lebih visibel, beli pembangkit listrik PLN itu pasti dia punya nilainya lebih tinggi, pasti IRR-nya mungkin di atas 15 persen, itu baru bisa 15 persen," jelas JK.

"Kalau yang lain, deposito hanya 7 sampai 8 persen sekarang ini, lama-lama akan turun. Begitu Amerika stabil, maka deposito hanya 5 persen, 5 persen sudah akan kalah dengan inflasi," imbuhnya.
(nvl/aan)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed