Tampar Mahasiswa di Kelas, Dosen IAIN: Saya Khilaf

has - detikNews
Rabu, 12 Des 2018 10:31 WIB
Demo menyoal mahasiswa ditampar dosen. (hasrul/detikcom)
Parepare - Dosen mata kuliah sejarah Islam, Fakultas Syariah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, Sulawesi Selatan, Anwar Senong, mengaku khilaf atas insiden penamparan terhadap mahasiswanya, Muhammad Yunus. Anwar menampar Yunus saat perkuliahan berlangsung.

"Saya khilaf dan tersulut emosi lantaran pembicaraan saya selalu dipotong oleh mahasiswa saya," kata Anwar saat ditemui detikcom di kampus IAIN Parepare, Rabu (12/12/2018).


Anwar menceritakan insiden tersebut terjadi dalam pertemuan ke-8. Dia memberikan mata kuliah kepada M Yunus dan teman-temannya. Saat memberikan mata kuliah, tiba-tiba Yunus langsung memotong pembicaraan dan berdebat dengan Anwar.

"Itu anak sebenarnya pintar. Cuma suka sekali menyela saat kita berbicara. Ini bukan pertama kalinya terjadi. Pada pertemuan-pertemuan sebelumnya pun seperti itu, makanya saya sempat melemparkan absen. Namun tidak sampai dan akhirnya saya hampiri dan menampar kepalanya. Namun sekali lagi, saya menyesal dan meminta maaf," urai dia.

Sejak awal perkuliahan, Yunus memang telah sering melanggar kontrak perkuliahan antara dosen dan mahasiswa. Sudah menjadi kewajiban dalam setiap mata kuliah yang dibawakannya, mahasiswa harus duduk di meja paling depan dan menggunakan kopiah.

"Tapi aturan itu saja dia langgar. Dia sejak pertemuan pertama tidak menggunakan kopiah, alasannya susah berpikir, nanti saya kasih aturan tegas dengan mengabsenkan mahasiswa yang tidak menggunakan kopiah, baru dia patuhi," terang dia.


Anwar, yang telah 20 tahun mengabdi di IAIN Parepare, juga tidak menyangka masalah tersebut kembali mencuat. Sebab, sesaat setelah insiden, keduanya dipertemukan di ruang ketua jurusan dan didamaikan.

"Saya juga sudah minta maaf secara langsung. Cuma katanya ada keberatan dari seniornya karena ada peristiwa pemukulan terhadap mahasiswa oleh dosen sebelumnya di kampus," tandas dia.

Penamparan itu memicu aksi demo teman-teman Yunus. Pihak rektorat masih mencari solusi atas kasus tersebut. (asp/asp)