Evakuasi Korban Katrina Dihambat Penembakan & Kerusuhan

Evakuasi Korban Katrina Dihambat Penembakan & Kerusuhan

- detikNews
Jumat, 02 Sep 2005 06:15 WIB
Jakarta - Anarkisme menghambat evakuasi banjir akibat topan Katrina di New Orleans, Louisiana, Amerika Serikat (AS). Polisi AS disibukkan dengan tembakan, penganiayaan dan kobaran api seiring para penjarah mendobrak toko-toko, rumah, perkantoran, dan rumah sakit. Beberapa dari mereka mencari makanan dan sebagian lainnya mencari barang-barang berharga. Dua rumah sakit dilaporkan dibajak oleh sekelompok orang yang menggunakan kapak, senjata api, dan pipa besi. "Mereka mencuri obat penawar rasa sakit dan berbagai macam obat-obatan," kata seorang pilot penyelamat seperti dilaporkan kantor berita Reuters. Proses evakuasi juga sempat ditunda setelah ada laporan adanya penembakan terhadap helikopter tentara. Penembakan itu melukai seorang tentara saat helikopter itu terbang menuju sebuah kapal ferry. Saat ini, sebanyak 60 ribu orang berkumpul di stadion Superdome untuk dievakuasi. Korban nampak putus asa meloloskan diri dari daerah itu. Rata-rata orang yang sekarang mencoba keluar dari New Orleans hampir semuanya berkulit hitam dengan pakaian seadanya.Penduduk New Orleans memang 70 persennya adalah berkulit hitam dengan lebih dari 20 persennya hidup serba kekurangan. Ketika badai Katrina semakin mendekat dan penduduk disarankan untuk segera mengungsi keluar kota, tentunya warga yang mengungsi adalah mereka yang mempunyai kendaraan.Namun, Badan Pertolongan Darurat sudah mendeteksi bahwa sedikitnya 100 ribu orang tak mempunyai alat transportasi sama sekali untuk dipakai mengungsi. Meski begitu, sudah lebih satu juta orang dievakuasi dari New Orleans dan wilayah sekitarnya sebelum badai menerjang.Saat ini, dilaporkan listrik dan air terputus. Begitu juga dengan persediaan obat-obatan yang mendekati habis. Satu demi satu pasien kritis tewas tanpa oksigen, insulin, dan cairan infus. Para tentara dan sukarelawan dari korban badai Katrina membagikan 1.200 makanan setiap hari. (atq/)


Berita Terkait