Pertarungan Jokowi-Prabowo di Jateng dan Peringatan 'Baratayuda' Amien

Andhika Prasetia - detikNews
Selasa, 11 Des 2018 08:35 WIB
Jokowi dan Prabowo akan memperebutkan suara di Pilpres 2019. (Laily Rachev/Biro Pers Setpres)
Jakarta - Capres Joko Widodo (Jokowi) sepertinya harus menyiapkan strategi khusus terkait keseriusan kubu Prabowo Subianto yang menyasar Jawa Tengah untuk Pilpres 2019. Provinsi Jateng sampai saat ini dipercaya sebagai lumbung suara Jokowi.

Kubu Prabowo tidak main-main. Mereka mendirikan 'pos pertempuran' di Kota Solo. Solo diyakini berada dalam posisi sentral di Jateng secara politik.

"Atas pertimbangan itu (kalkulasi politik) secara nasional, maka perlu segera dibangun posko pertempuran berada di tengah-tengah kancah pertempurannya (Pulau Jawa), dan tengah-tengahnya itu Solo," kata Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi DIY, Dharma Setiawan kepada detikcom, Senin (10/12).


Mengapa Jateng menjadi rebutan perolehan suara Jokowi dan Prabowo? Secara nasional, Jateng menyumbang 27.430.269 pemilih pada Pemilu 2019, yang menempatkannya di posisi ketiga di bawah Jabar (32.636.846) dan Jatim (30.554.761). Terlebih, perolehan suara Sudirman Said di Pilgub Jateng yang diusung parpol koalisi Prabowo (kecuali PKB) 'hanya' terpaut 17,56 persen dari Ganjar Pranowo yang diusung parpol pro-Jokowi.

Keseriusan kubu Prabowo lantas dikaitkan dengan peringatan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais yang menyamakan Pilpres 2019 sebagai pertarungan Baratayuda atau perang besar Pandawa melawan Kurawa.


"Ini pertarungan Baratayuda, Armageddon, sudah kurang dari empat setengah bulan. Jadi kita harus betul-betul konsolidasi," ujar Amien dalam video pertemuan yang menyebar di kalangan Muhammadiyah, Jumat (30/11).

Terkait peringatan 'Baratayuda' Amien, pengamat politik dari Median Rico Marbun menyebut Prabowo berada dalam kondisi percaya diri yang tinggi. Dari hasil survei, Rico mengatakan selisih suara Jokowi dan Prabowo tidak terpaut jauh secara nasional.


"Saya pikir tim Prabowo ini sedang dalam kondisi percaya diri yang cukup kuat. Survei sementara menunjukkan selisih suara Jokowi versus Prabowo tidak terlalu jauh. Kedua, kondisi ekonomi yang belum membaik ada celah bagi oposisi menimbulkan keraguan bagi petahana," ujar Rico kepada detikcom, Senin (10/12) malam.

Namun kubu Prabowo tetap diminta memperlihatkan manuvernya secara riil di Jateng. "Bila geliat timses pasangan nomor 02 ternyata tidak terlihat manuvernya di Jateng seperti yang digembar-gemborkan alias ini hanya jadi 'ancaman pencitraan', tentu bisa ada reaksi negatif," ucap Rico.


Saksikan juga video 'Pengamat: Tahun Politik, Apa Pun Kini Bisa Dipolitisasi':

[Gambas:Video 20detik]

(dkp/bag)