Hindari Paham Radikal, Mahyudin: Jangan Belajar Agama dari Internet

Hindari Paham Radikal, Mahyudin: Jangan Belajar Agama dari Internet

Akfa Nasrulhaq - detikNews
Senin, 10 Des 2018 22:10 WIB
Hindari Paham Radikal, Mahyudin: Jangan Belajar Agama dari Internet
Foto: MPR
Paser - Wakil Ketua MPR Mahyudin mengajak ibu-ibu yang mengikuti majelis taklim untuk mempelajari agama dengan benar. Untuk bisa menangkal dan menghindari paham-paham radikal, ia melarang belajar agama dari internet.

"Belajar agama melalui majelis taklim ini merupakan jalur yang benar," ujar Mahyudin dalam keterangan tertulis, Senin (10//12/2018).

"Jangan belajar dari internet," tegasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di depan ibu-ibu yang tergabung dalam Badan Kontak Majelis Taklim Tanah Grogot, peserta Sosialisasi Empat Pilar MPR di Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Senin (10/12/2018) itu, Mahyudin menilai informasi dari internet bukan tidak mungkin mengandung informasi yang salah dan hoax serta menyesatkan. Bahkan, tidak sedikit orang menjadi radikal setelah belajar agama dari internet.


"Jadi harus hati-hati jangan sampai masuk perangkap paham radikal," katanya.

Oleh karena itu, Mahyudin mengajak untuk mempelajari agama melalui jalur yang benar. Sosialisasi ini juga menghadirkan narasumber anggota Fraksi Partai Golkar MPR, M. Suryo Alam.

Dalam kegiatan ini, Mahyudin membahas soal belajar agama yang menjadi tantangan kebangsaan yang dihadapi Indonesia, karena masih adanya pemahaman keagamaan yang keliru dan sempit. Pemahaman agama yang keliru dan sempit ini bisa melahirkan radikalisme. "Ini sangat berbahaya," ujarnya.

Untuk meredam radikalisme itu, lanjut Mahyudin, pemerintah menjalankan deradikalisasi. Namun program deradikalisasi belum berjalan optimal.


"Orang yang sudah terpapar radikalisme akan sulit kembali normal," tuturnya.

Di bagian lain, Mahyudin mencontohkan dakwah yang dilakukan Nabi Muhammad. Ia mengingatkan, dakwah yang dilakukan Nabi Muhammad bukan dengan cara kekerasan. (idr/idr)


Berita Terkait