Aneh, Ical Tak Dilibatkan Susun Paket Kebijakan Ekonomi

Aneh, Ical Tak Dilibatkan Susun Paket Kebijakan Ekonomi

- detikNews
Kamis, 01 Sep 2005 15:36 WIB
Jakarta - Pengumuman paket kebijakan ekonomi yang dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Rabu (31/8/2005) kemarin menyisakan tanya tanya. Menko Perekonomian Aburizal Bakrie sebagai penanggungjawab bidang perekonoian tidak hadir. Padahal, pria yang sering disapa Ical ini berada di kantor seharian. Ada apa?Yang jelas, ketidakhadiran Ical, aneh. Padahal dalam daftar undangan yang disusun protokol disebutkan ada 3 menteri yang akan datang, termasuk Ical. Namun, yang datang hanya dua menteri, yaitu Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro dan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional Sri Mulyani Indarwati, dan pejabat setingkat menteri, Kapolri Jenderal Pol Sutanto. Hingga paket kebijakan ekonomi untuk mengatasi gejolak rupiah diumumkan, Ical tak juga nongol.Berbagai isu merebak atas ketidakhadiran Ical di tengah isu ketidakharmonisan tim ekonomi SBY. Sedangkan menteri-menteri lainnya seperti Menkeu Jusuf Anwar dan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah tak hadir, karena sedang ke Cina mendampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla. Benarkah Ical akan didepak dari kabinet? Saat dicegat wartawan di Kantor Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Kamis (1/9/2005), Ical berujar singkat ketika ditanya tentang tidak dilibatkan dirinya dalam menyusun paket kebijakan ekonomi itu. "Saya ada di sini. Bekerja," ujarnya singkat sambil bergegas menuju mobilnya. Ia buru-bur meluncur ke Istana Kepresidenan untuk mengikuti sidang kabinet.Sampai di Istana Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Ical juga tidak lepas dari kerumunan wartawan yang menanyakan seputar ketidakhadirannya dalam penyusunan paket kebijakan ekonomi Rabu kemarin Menurut dia, ketidakhadirannya itu karena pada sidang kabinet sebelumnya, Presiden sudah menjelaskan bahwa paket kebijakan akan disusun oleh tim kecil. Ketika didesak di mana tangung jawab Menko, kok tidak hadir, Ical berujar, "Lho memang kenapa kalau Menko? Kalau kita membuat keputusan adakala staf. Tidak semua harus hadir."Sementara ketika ditanya mengenai adanya tuntutan agar dirinya diganti, mantan Ketua Kadin ini tak mau berkomentar banyak. "Tanyakan kepada yang memberi reshuffle. Yang penting sekarang dapat memulihkan kembali ekonomi kita. Masalah personel tidak penting," imbuh Ical. (jon/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads