Ribuan e-KTP Tercecer, PKS Soroti Potensi Kecurangan Pemilu

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Senin, 10 Des 2018 10:36 WIB
Foto: Suhud Aliyudin (Tsarina/detikcom)
Jakarta - Sebanyak 2.005 e-KTP terbuang di Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur. PKS menduga permasalahan ini berkaitan dengan urusan Pilpres 2019.

"Jelas mengkhawatirkan dan harus diusut tuntas. Karena hal ini tidak hanya menyangkut potensi kecurangan dalam pemilu, juga menyangkut keamanan negara," ujar Direktur Pencapresan PKS Suhud Alynudin saat dikonfirmasi, Senin (10/12/2018).

Suhud lalu berbicara soal praktik jual-beli blangko e-KTP. Menurut dia, praktik tersebut bisa berpotensi memunculkan pemilih penyusup di Pemilu 2019.


"Praktik jual beli blangko e-KTP rentan digunakan para penyusup yang bertujuan merusak negara. Praktik jual beli blangko e-KTP berpotensi memunculkan pemilih siluman dalam Pemilu 2019. Apalagi bersamaan dengan adanya 31 juta data baru yang akan dimasukkan dalam data pemilih," sebut dia.

Suhud meminta DPR bergerak menyikapi temuan-temuan permasalahan e-KTP ini. Dia juga meminta ketegasan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

"DPR harus memanggil Mendagri dan meminta pertanggungjawaban, karena hal ini berpotensi memicu kegaduhan di tahun politik. Jika Mendagri tidak bisa menyelesaikan masalah ini dalam waktu cepat lebih baik dia mundur," tegas Suhud.


Polisi masih menyelidiki terbuangnya lebih dari 2.000 e-KTP di Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur. Dari hasil perhitungan di Mapolsek Duren Sawit, awalnya jumlah e-KTP disebut sebanyak 1.706 buah. Kini, Polres Jaktim menyebut jumlah e-KTP ada lebih dari 2.000.

"(Jumlahnya) 2.005. 63 buah rusak. 1.942 masa berlaku habis tahun 2016, 2017, 2018," kata Kapolres Jaktim, Kombes Tony Surya Putra.


Saksikan juga video 'Mendagri Minta Dukcapil Sanksi Pembuang e-KTP di Serang':

[Gambas:Video 20detik]

(gbr/elz)