KPK soal Usul PSI: Korupsi Masa Depan Juga Penting

Faiq Hidayat - detikNews
Minggu, 09 Des 2018 13:21 WIB
Laode M Syarif (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Wakil Ketua KPK Laode M Syarif menanggapi usulan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengenai 'korupsi Orde Baru' masuk dalam materi debat capres-cawapres Pilpres 2019. Syarif berbicara soal korupsi masa yang akan datang.

"Semua partai politik punya platform antikorupsi, kenapa korupsi masa lalu? Masalah korupsi yang akan datang penting juga," ujar Syarif kepada wartawan di Taman Suropati, Menteng, Jakarta, Minggu (9/12/2018).


Syarif mengatakan saat ini masyarakat juga bisa mempertanyakan niat partai politik tidak korupsi dalam Pemilu 2019. Masyarakat diminta melihat rekam jejak para caleg yang bersih dari korupsi.

"Apa niat mereka untuk tidak korupsi dan masyarakat harus melihat jejak ke belakang orang itu para calon. Apakah dulu terkenal antikorupsi? Kalau masa lalu korup, jangan dipilih. Pilih paling bersih dan oke antikorupsi," kata Syarif.


Usulan tersebut bermula dari PSI ingin memasukkan 'korupsi Orde Baru' dalam materi debat capres dan cawapres Pilpres 2019. PSI menilai materi itu akan mendidik masyarakat dalam hal kasus korupsi di Indonesia.

"Berdebat dianggap barang langka, sudah waktunya korupsi Orba diusulkan dalam debat capres-cawapres 2019," kata Sekjen PSI Raja Juli Antoni dalam keterangannya, Rabu (5/12).

Antoni menyebut usulan itu lahir di tengah-tengah momen Hari Antikorupsi Sedunia. Usulan itu juga sekaligus untuk membuktikan pernyataan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto yang menyebut 'korupsi Indonesia stadium 4'.


Tonton juga 'KPK Usul Pelapor Korupsi Dihadiahi 1% dari Kerugian Negara':

[Gambas:Video 20detik]

(fai/gbr)