DetikNews
Jumat 07 Desember 2018, 22:09 WIB

Hindari Persaingan Tidak Sehat Jadi Alasan Go-Jek Sesuaikan Tarif

Robi Setiaw - detikNews
Hindari Persaingan Tidak Sehat Jadi Alasan Go-Jek Sesuaikan Tarif Foto: CNN Indonesia/Harvey Darian
Jakarta - VP Corporate Affairs Go-Jek Michael Saya buka suara terkait penyesuaian tarif yang dilakukan Go-Jek belakangan ini. Penyesuaian ini sebelumnya menimbulkan polemik, khususnya dari kompetitor karena menyebabkan makin sengitnya perang tarif.

Michael mengatakan bahwa yang perlu dipahami data perbandingan tarif Go-Jek dan kompetitornya tidak bisa dibandingkan sebagai satu hal yang sama.

"Catatan tarif Go-Jek yang dikutip merupakan tarif/km yang dikenakan ke konsumen dan bukan yang diterima oleh mitra. Yang wajib dipahami, struktur tarif yang dimiliki Go-Jek itu dibagi dua, tarif yang dikenakan ke pelanggan dan tarif yang kami bayarkan ke mitra," jelas Michael dalam keterangan tertulis, Jumat (7/12/2018).



Menurutnya penyesuaian tarif yang dilakukan adalah untuk menyesuaikan dengan kondisi pasar yang saat ini mengarah ke persaingan yang tidak sehat. Persaingan ini dianggapnya dapat menyebabkan dominasi pasar yang bisa mengancam keberlangsungan para driver.

"Pendapatan dan kesejahteraan mitra driver yang berkesinambungan selalu menjadi prioritas utama Go-Jek. Oleh karena itu, penyesuaian tarif yang kami lakukan, diiringi berbagai inisiatif untuk menambah jumlah pengguna dan jumlah order bagi mitra, demi memastikan keberlangsungan pendapatan para mitra," ungkapnya.

Kemudian Michael juga menjelaskan tentang adanya migrasi mitra driver kompetitor ke Go-Jek. Menurut Michael hal itu terjadi karena pendapatan mereka dinilai rendah, lalu perhitungan skema tarif dan insentif yang tidak transparan.

"Data kami menunjukan sebulan terakhir ini kami menerima belasan ribu mitra baru di dalam ekosistem Go-Jek di Jabodetabek. Bahkan perpindahan ini masih terjadi setelah penyesuaian tarif dilakukan, dikarenakan sistem perhitungan tarif dan insentif Go-Jek dipandang lebih dapat diandalkan dan transparan," katanya.

Lebih lanjut Michael pun menyebut melalui aplikasi mitra, pihaknya menyediakan fitur catatan pembukuan pemasukan harian (daily income summary) agar mitra mengetahui secara jelas pendapatan yang didapat per harinya.

"Dengan migrasi ini, kami makin semangat untuk terus mendorong kesejahteraan sektor informal di Indonesia," pungkasnya.
(mul/mpr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed