DetikNews
Jumat 07 Desember 2018, 16:20 WIB

Dilema Bilik Cinta, Disewakan ke Napi Lain hingga Ada yang Marah

Dhani Irawan - detikNews
Dilema Bilik Cinta, Disewakan ke Napi Lain hingga Ada yang Marah Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Di balik jeruji besi, para narapidana (napi) menjalani hukuman atas perbuatannya. Kebebasan mereka otomatis terenggut, tapi tidak jarang ada pula di antara mereka yang 'melawan' aturan seperti persoalan tentang bilik cinta atau asmara.

Apa itu bilik cinta?




Sederhananya, bilik cinta merupakan ruangan khusus bagi napi untuk berhubungan suami-istri ketika mendapatkan kunjungan. Di sejumlah negara, urusan bilik cinta sudah diatur, tapi tidak untuk di Indonesia.

Menteri Hukum dan HAM (Menkum HAM) Yasonna Laoly pernah menyinggung bila urusan bilik cinta sulit direalisasikan karena ada permasalahan yang lebih urgen yaitu kelebihan kapasitas atau overcapacity. Meski begitu, dorongan napi untuk mendapatkan bilik cinta tetap ada karena napi juga manusia.

Teranyar, urusan bilik cinta terungkap ketika jaksa KPK membacakan surat dakwaan terhadap terdakwa mantan Kalapas Sukamiskin Wahid Husen di Pengadilan Tipikor Bandung pada 5 Desember kemarin. Jaksa menyebut Wahid menerima suap dari sejumlah napi koruptor dengan timbal balik berupa fasilitas mewah.

Salah satu pemberi suap Wahid adalah Fahmi Darmawansyah. Dia merupakan koruptor terkait proyek di Bakamla yang juga suami dari artis Inneke Koesherawati.

Fahmi disebut jaksa menempati kamar dengan fasilitas berupa televisi kabel, AC, kulkas, hingga tempat tidur yang mewah. Selain itu, Fahmi rupanya memiliki 'anak buah' yaitu seorang napi kasus pembunuhan bernama Andri Rahmat.

"Fahmi Darmawansyah diperbolehkan membangun sendiri saung dan kebun herbal di dalam areal lapas serta membangun ruangan berukuran 2 meter x 3 meter yang dilengkapi dengan tempat tidur untuk keperluan melakukan hubungan badan suami-istri," bunyi salah satu poin dalam surat dakwaan tersebut.

Menurut jaksa, bilik cinta itu tidak hanya digunakan Fahmi dan Inneke saja. Bilik cinta itu juga disewakan bagi napi lain.

"Disewakan Fahmi Darmawansyah kepada warga binaan lain dengan tarif sebesar Rp 650.000 sehingga Fahmi Darmawansyah mendapatkan keuntungan yang dikelola oleh Andri Rahmat," lanjutnya.

Urusan bilik cinta ini sebenarnya bukan hal yang baru bagi para napi terutama yang dijerat KPK. Pernah suatu ketika istri Ahmad Fathanah, Sefti Sanustika, yang memohon agar KPK menyediakan bilik cinta itu untuk melepas rasa kangennya.




Bahkan, pernah pula saudara Abu Bakar Ba'asyir, Noim Ba'asyir, yang mengamuk ketika tidak mendapatkan bilik cinta saat ditahan di Lapas Klas IIA Pamekasan. Peristiwa itu terjadi pada tahun 2016 ketika Noim menjalani masa hukuman sebagai napi kasus terorisme. Menkum Yasonna saat itu menyebut Noim bersitegang dengan pengawas lapas gegara bilik asmara.

"Dia (Noim) minta sel khusus, kamar khusus (bilik asmara), tapi tidak diberikan petugas kami. Dia kemudian ribut dengan pengawas di dalam. Kita koordinasi dengan BNPT untuk geser ke Tuban," ucap Yasonna.

Permintaan bilik cinta itu disebut diminta Noim ketika istrinya datang membesuk. Namun lapas menyebut tidak ada aturan mengenai bilik cinta yang membuat Noim marah dan mengeluarkan ancaman keributan.



Tonton juga ' Fahmi dan Inneke Pakai Kamar 'Wikwikwik' di Lapas Sukamiskin ':

[Gambas:Video 20detik]


(dhn/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed