Dolar Bikin Biro Perjalanan Haji Ketar-Ketir
Kamis, 01 Sep 2005 09:46 WIB
Jakarta - Terpuruknya mata uang rupiah terhadap dolar AS membuat ketar-ketir banyak pihak. Salah satunya biro perjalanan haji. Mereka cemas kesaktian dolar berlangsung lama hingga bisa membuat tekor perusahaan yang mereka bangun.Kecemasan itu antara lain melanda PT Andiarta Wisata, PT Munatour dan PT Patuna. Bos PT Andiarta Wisata, Firdaus Noval, khawatir calon jemaah akan menunda melunasi ongkos haji mereka sampai menunggu dolar turun. Andiarta telah menerima pendaftaran 94 jemaah untuk musim haji tahun ini. Dari jumlah itu, baru 35 persen yang melunasi ongkos hajinya. "Sebagian besar memilih menunggu hingga nilai tukar dolar turun. Tapi masalahnya sampai kapan? Ini yang membuat kita cemas," kata Firdaus kepada detikcom pertelepon, Kamis (1/9/2005).Biro haji yang menggandeng Ustad Arifin Ilham sebagai pembimbing haji itu khawatir, jika jemaah tidak melunasi ongkos tepat waktu mereka akan kelimpungan menyelesaikan pembayaran teknis di Tanah Suci seperti pembookingan hotel. "Daripada terombang-ambing tidak jelas kita akan tentukan tenggat waktu pelunasan," katanya. Keluhan hampir sama disampaikan petugas biro haji Munatour, Sutarjo. Biro perjalanan haji ini akan memberangkatkan jemaah sebanyak 239 orang. Dari jumlah itu sudah 70 persen yang melunasi ongkos hajinya. "Tinggal 30 persen, insya Allah bisa masuk semua," kata Sutarjo.Meski tak terlalu mencemaskan kenaikan nilai tukar dolar, Sutarjo berharap kondisi itu tak berlangsung lama. "Kalau kondisi ini lama kita khawatir jumlah jemaah akan merosot," katanya. Kekhawatiran serupa juga dialami Dirut Patuna, Budi Dharmawan. Menurutnya, kenaikan dolar akan sangat berpengaruh bagi usaha yang dibangunnya. "Jelas akan sangat berpengaruh. Kita berharap ini takkan berlangsung lama," harap Budi.
(iy/)











































