DetikNews
Kamis 06 Desember 2018, 11:20 WIB

Jorjoran Sandiaga Demi Pilpres hingga Jual Saham

Andhika Prasetia - detikNews
Jorjoran Sandiaga Demi Pilpres hingga Jual Saham Cawapres Sandiaga Uno saat berkampanye. (Ardian Fanani)
Jakarta - Calon wakil presiden Sandiaga Uno jorjoran mengeluarkan uang untuk kegiatan kampanye Pilpres 2019. Tak tanggung-tanggung, Sandi menjual sahamnya lebih dari setengah triliun rupiah di PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) untuk berkampanye.

Penjualan saham SRTG dilakukan Sandi sejak awal Oktober 2018 dalam beberapa tahapan. Dalam kurun waktu sekitar dua bulan, cawapres untuk Prabowo Subianto tersebut sudah mengantongi Rp 503,38 miliar dari hasil menjual saham SRTG.

Sandi membeberkan alasannya menjual saham SRTG untuk kampanye. Sebab, menurutnya, belum ada pihak yang memberikan donasi untuk kegiatan kampanye Prabowo-Sandi.


"Seperti saya sudah ungkapan, bahwa saya dengan Pak Prabowo memastikan giat kampanye tetap bergulir. Karena sampai kini belum ada donasi, dan saya sampaikan siap untuk terus all-out," ujar Sandiaga saat berkampanye di Kota Malang, Rabu (5/12).

Sandi mengaku tidak ada masalah mengeluarkan nominal sebesar apa pun demi all-out di masa kampanye ini. Sebab, Sandi mengklaim, elektabilitas Prabowo-Sandi sudah melewati angka 40 persen versi survei internal.


"Sudah melewati bulan Desember, hasil survei telah melewati angka 40 persen, makanya saya harus all out, berapa pun yang dibutuhkan," terangnya.

Padahal, menurut catatan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, pihaknya merilis dana kampanye sebesar Rp 41,9 miliar per November 2018 dan sudah digunakan Rp 34,5 miliar.

Angka Rp 41,9 miliar itu akumulasi dari dana kampanye awal senilai Rp 31,7 miliar yang diumumkan akhir Oktober lalu. Sementara dana pengeluarannya bertambah dari Rp 16,9 miliar menjadi Rp 34,5 miliar. Dana ditotal sejak 23 September sampai 27 November 2018.


Data BPN menginformasikan, dana sumbangan kampanye paling banyak berasal dari Sandi, yaitu Rp 28,5 miliar. Sedangkan dari Prabowo Rp 4,96 miliar dalam bentuk jasa dan Rp 7 miliar dalam bentuk uang. Sementara itu, Partai Gerindra Rp 1,38 miliar, perseorangan Rp 10 juta, dan kelompok Rp 27 juta.

"Beginilah kalau paket hemat. Manusia kalau dihadapkan keterbatasan, pasti timbul inovasi, dan tentunya inovasi itu bagaimana kita mengandalkan kunjungan kepada tokoh masyarakat, juga kunjungan kepada beberapa UKM dan kegiatan yang sifatnya low cost di beberapa kegiatan, baik Pak Prabowo dan saya," kata Sandi di Jl Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (28/11).
(dkp/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed