DetikNews
Rabu 05 Desember 2018, 21:38 WIB

Kritik Prabowo untuk Media Pasca-Reuni 212

M Guruh Nuary - detikNews
Kritik Prabowo untuk Media Pasca-Reuni 212 Prabowo Subianto (M Guruh Nuary/detikcom)
Jakarta - Reuni 212 sudah berlalu dan berjalan tertib. Ada kritik dari Prabowo Subianto untuk media terkait pemberitaan Reuni 212, yang digelar di Monas beberapa waktu lalu.

Capres nomor urut 02 itu menyoroti perihal penulisan jumlah massa oleh beberapa media. Kritik keras dilontarkan Prabowo.

"Kita dipandang dengan sebelah mata, kita nggak dianggap, karena dibilang kita nggak punya duit. Mereka sudah tutup semua. Buktinya hampir semua media tidak mau meliput 11 juta lebih orang yang berkumpul, belum pernah terjadi di dunia," kata Prabowo dalam pidatonya dalam acara peringatan Hari Disabilitas Internasional di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Rabu (5/12/2018).


Prabowo mengatakan Reuni 212 merupakan kejadian pertama berkumpulnya jutaan manusia tanpa dibiayai siapa pun. Prabowo heran mengapa banyak media besar--katanya--tak meliput peristiwa tersebut.

"Mereka dibiayai oleh dirinya sendiri dan rekannya sendiri dan mereka yang mau bantu rakyat sekitarnya. Saya kira belum pernah terjadi. Tapi hebatnya, media-media yang kondang, media dengan nama besar, media yang mengatakan dirinya objektif, bertanggung jawab untuk membela demokrasi, padahal justru mereka ikut bertanggung jawab, mereka bagian dari usaha manipulasi demokrasi," kritik Prabowo.


Ketua Umum Partai Gerindra itu menyebut ada upaya besar untuk memanipulasi demokrasi di Indonesia. Caranya, kata dia, lewat duit. Prabowo kembali mengkritik pers.

"Mereka mengira dengan uang yang besar, uang yang didapat dari praktik-praktik yang tidak benar, kasarnya uang dari yang mereka dapat dari mencuri uang rakyat Indonesia, dengan uang itu mereka mau menyogok semua lapisan bangsa Indonesia. Semua lapisan. Parpol mau dibeli, pejabat mau dibeli di mana-mana, rakyat mau dibohongi, rakyat mau dicuci otaknya dengan pers yang terus terang banyak bohongnya dari benernya," sebutnya.

Prabowo melanjutkan kritiknya dengan menceritakan bahwa dirinya setiap pagi menerima koran dari 8 media. Eks Danjen Kopassus itu mengaku melihat isi koran itu untuk mengetahui kebohongan apa yang kini--menurutnya--diterbitkan.

"Saudara-saudara, aku tiap hari ada kira-kira 5-8 koran yang datang ke tempat saya, saya mau lihat, bohong apa lagi nih, bohong apa lagi nih, itu aja, saya hanya mau lihat itu. Bohong apa lagi yang mau mereka cetak. Dan puncaknya kemarin hari Minggu, puncaknya mereka menelanjangi diri mereka di hadapan rakyat Indonesia. Ada belasan juta mereka tak mau melaporkan, mereka telah mengkhianati tugas mereka sebagai wartawan, tugas mereka sebagai jurnalis," ucap Prabowo.

"Saya katakan, 'Hei media-media yang kemarin tidak mau mengatakan ada belasan juta orang atau minimal berapa juta di situ, kau sudah tak berhak menyandang predikat jurnalis lagi. Boleh kau cetak, boleh kau ke sini dan ke sana. Saya tidak mengakui Anda sebagai jurnalis. Ndak usah, saya sarankan kalian tidak usah hormat sama mereka lagi, mereka hanya antek orang yang ingin menghancurkan republik Indonesia,'" pungkas Prabowo.
(gbr/idn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed