DetikNews
Rabu 05 Desember 2018, 17:59 WIB

Tim Jokowi Heran Prabowo Malah Kritik Media soal Reuni 212

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Tim Jokowi Heran Prabowo Malah Kritik Media soal Reuni 212 Sekjen PKB Abdul Kadir Karding (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menanggapi kritik Prabowo Subianto terhadap media terkait pemberitaan Reuni 212. TKN menyayangkan pernyataan Prabowo itu dan merasa prihatin.

"Soal isu terbaru Prabowo mengatakan pers ini banyak bohongnya, saya terus terang prihatin bahwa statement ini tidak sepantasnya diucapkan. Dia merasa pemberitaan pers selama ini tidak objektif dan banyak bohongnya, khususnya pada kasus 212, salah satunya," kata Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding kepada wartawan di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (5/12/2018).

Karding merasa heran atas kritik Ketum Gerindra kepada media itu. Ia menyebut, jika kritik Prabowo itu benar terjadi, seharusnya panitia Reuni 212-lah yang mengkritik media.

"Kalau Prabowo marah, itu pertanda aksi 212 ini nyata-nyata memang digerakkan oleh Pak Prabowo. Saya kira gampang, kalau ada orang marah-marah nggak ada hubungannya, Prabowo nggak ada hubungannya kan kalau dia marah-marah berarti sesungguhnya panitia utamanya adalah Pak Prabowo," ungkap Karding.


Ia menyinggung saat era presiden ke-2 Soeharto memimpin dan membandingkannya dengan saat ini. Ia menyebut saat ini Indonesia sudah menjadi negara yang demokratis. Oleh karena itu, ia menyebut bagaimanapun media tidak boleh dimusuhi.

"Apa pun bahwa media itu tidak boleh kita musuhi. Tidak boleh kita anti, yang ada adalah mendialogkan dengan mereka apa-apa yang baik untuk membangun demokrasi Pancasila ke depan," kata Karding.

Mengenai jumlah massa dalam acara Reuni 212 yang tidak ditulis oleh media dan dikritik Prabowo, Karding menyebut ada aksi yang lebih besar daripada acara Reuni 212, tapi acara itu tidak mewajibkan media mencantumkan jumlah peserta, bahkan meliputnya. Ia menilai ada seseorang yang panik karena jumlah massa tidak terpublikasi oleh media.

"Terkait jumlah peserta kalau teman-teman melihat YouTube, acara NU di Sidoarjo memperingati hari santri itu jumlahnya jauh lebih besar yang ada di Monas, tetapi teman-teman NU itu sampai hari ini tidak keberatan untuk tidak diliput, di lokal aja. Karena tujuannya istigasah, bukan tujuan politik," kata Karding.

"Apa yang terjadi, Prabowo ini harus dijadikan satu indikasi awal oleh Bawaslu bahwa 212 mengandung unsur-unsur kampanye dan pencitraan diri," sambung Karding.


Sebelumnya, Prabowo mengkritik media terkait pemberitaan acara Reuni 212 di Monas beberapa waktu lalu. Prabowo menyoroti perihal pemberitaan hingga penulisan jumlah peserta Reuni 212.

"Kita dipandang dengan sebelah mata, kita nggak dianggap, karena dibilang kita nggak punya duit. Mereka sudah tutup semua. Buktinya hampir semua media tidak mau meliput 11 juta lebih orang yang berkumpul, belum pernah terjadi di dunia," kata Prabowo saat menghadiri peringatan Hari Disabilitas Internasional di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Rabu (5/12).

"Sudah saatnya kita bicara apa adanya, yang benar, benar, yang salah, salah. Mereka mau mengatakan yang 11 juta hanya 15. Bahkan ada yang bilang kalau lebih dari 1.000 dia nantang, monta, terserah deh apa yang dia minta," sambung Prabowo.


Saksikan juga video 'Prabowo Sindir Media soal Pemberitaan Reuni 212':

[Gambas:Video 20detik]


(rna/rna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed