detikNews
Rabu 05 Desember 2018, 11:39 WIB

PSI Usul Korupsi Orba Masuk di Materi Debat Capres-Cawapres

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
PSI Usul Korupsi Orba Masuk di Materi Debat Capres-Cawapres Sekjen PSI Raja Juli Antoni (Foto: Muhammad Ridho)
Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengusulkan 'korupsi orde baru' masuk di materi debat capres dan cawapres Pilpres 2019. PSI menilai materi itu akan mendidik masyarakat dalam hal kasus korupsi di Indonesia.

"Berdebat dianggap barang langka, sudah waktunya korupsi orba diusulkan dalam debat capres-cawapres 2019," kata Sekjen PSI, Raja Juli Antoni dalam keteranganya, Rabu (5/12/2018).



Antoni menyebut usulan itu lahir di nuansa Hari Antikorupsi Sedunia. Usulan itu juga sekaligus untuk membuktikan pernyataan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto yang menyebut 'korupsi Indonesia stadium 4'.

"Momentum peringatan Hari Antikorupsi Sedunia yang jatuh 9 Desember nanti jadi semangat untuk membuka diskursus 'korupsi stadium 4' yang dipidatokan Prabowo di mata asing. Diskursus itu nantinya bisa jadi usulan buat KPU agar korupsi orde baru masuk dalam materi debat capres-cawapres," ucapnya.



Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin itu menilai usulan materi itu akan mendidik masyarakat mengenai sejauhmana korupsi di Indonesia saat ini. Materi itu juga dimaksudkan agar beberpa pihak yang menentang pernyataan 'Soeharto guru korupsi' dapat terbujka wawasannya.

"Usulan itu jauh lebih mendidik masyarakat secara politik dari pada berkilah bahwa Soeharto bukan simbol KKN, Soeharto bukan guru korupsi. Dampaknya kita mengajak berdiskusi tapi dibalas dengan tudingan kita PKI lah, kita komunis dan macam-macam. Itulah watak orde baru yang anti diskusi," kata Antoni.

Dia juga menyinggung mengenai pernyataanya dan Wasekjen PDIP Ahmad Basarah yang dipolisikan karena membuat pernyataan 'Seoharto guru korupsi'. Dia mengaku siap jika siap diajak debat oleh kubu penentang pernyatan tersebut.

"Saya dan mungkin Mas Basarah akan siap jika diajak berdebat tentang 'warisan orde' yang dipuja-puji kubu Pak Prabowo-Sandi dari pada kita menjadi 'dokter' yang menyalahkan data KPK tentang korupsi orde baru," tuturnya.



Sebelumnya, korupsi sudah stadium 4 atau kategori parah ini juga sempat disinggung oleh capres Prabowo Subianto. Saat itu dia mengatakan korupsi yang akan merusak masa depan Indonesia.

"Korupsi di Indonesia sudah sangat parah. Ini yang merusak masa depan kita," kata Prabowo saat menjadi pembicara di The World in 2019 Gala Dinner di Grand Hyatt Hotel, Singapura, Selasa (27/11) lalu.
(zap/nvl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed