detikNews
Rabu 05 Desember 2018, 07:15 WIB

Misteri Keberadaan Hakim Pebinor yang Tiba-tiba Tak Ngantor

Aditya Mardiastuti - detikNews
Misteri Keberadaan Hakim Pebinor yang Tiba-tiba Tak Ngantor Ilustrasi Palu Hakim (Ari Saputra/detikcom)
FOKUS BERITA: Hakim Perebut Bini Orang
Jakarta - Hakim yang diduga sebagai perebut bini orang (pebinor) di salah satu pengadilan negeri di Bali tiba-tiba tak masuk kerja. Tak jelas ke mana hakim tersebut.

Pihak pengadilan tempat hakim berinisial D itu bekerja mengatakan si hakim mengajukan izin tidak masuk. Namun tak disebutkan alasan hakim itu tak hadir.

"Baru hari ini saja izin. Untuk keperluan izinnya saya belum tanya," kata humas pengadilan negeri tempat hakim D bekerja lewat pesan singkat, Selasa (4/12/2018).


Proses investigasi atas dugaan pelanggaran yang dilakukan hakim D terus berjalan. Saat ini, Komisi Yudisial (KY) telah memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan bukti.

"Semua sudah diperiksa, tim masih di sana, kan ada tahapan-tahapannya itu periksa pelapor, saksi-saksi, dan sebagainya. Kita mintai keterangan semuanya supaya lengkap," kata Ketua KY Jaja Ahmad Jayus kepada detikcom.

Jaja masih belum menjelaskan hasil pemeriksaan tersebut. Dia juga tak menyebutkan apakah hakim D yang diduga menjadi pebinor sudah diperiksa.

"Belum bisa saya informasikan semuanya," tuturnya.

Selain KY, Mahkamah Agung (MA) turut melakukan pemeriksaan. Saat ini, tim yang memeriksa D masih berada di Bali.

"Pemeriksaan tim Bawas masih berlangsung dan belum selesai," ujar juru bicara MA, Abdullah.

Kisah ini terendus di salah satu PN di Bali. Cerita bermula ketika hakim P menikah dengan seorang panitera pengganti berinisial C pada 2011. Pernikahan keduanya berjalan bahagia.


Memasuki akhir 2017, rumah tangga itu mulai terusik oleh kehadiran hakim D. Hakim D, yang merupakan teman satu kantor C, mulai curi-curi pandang. Biduk rumah tangga hakim P dan panitera pengganti C, yang mulanya harmonis, mulai terusik.

Mahligai rumah tangga mereka makin diuji saat hakim P bertugas di Nusa Tenggara sehingga membuat hakim P jauh dari istrinya, yang menetap di Bali. Kesempatan itu tak disia-siakan. Hakim D menggunakannya untuk terus menggerogoti rumah tangga tersebut.

Perlahan tapi pasti, wanita yang dikenal kalem itu goyah dan mulai tergila-gila oleh hakim D. Keduanya mulai saling mengirim chat mesra sejak awal 2018 dan saling memanggil 'papa-mama' sebagai panggilan sayang.

"Papa mau mandi? Mama siapin handuknya ya sayang," kata C dalam chat.

"Papa maunya mandi sama Mama," jawab hakim D dalam chat tersebut.

Ada pula chat lainnya seperti:

"Mama udah pernah bercinta di kamar mandi?" kata hakim D.

"Mama pingin bercinta di kamar mandi sama papa. Muachhhh," jawab C.
(haf/haf)
FOKUS BERITA: Hakim Perebut Bini Orang
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com